Tuesday, 17 January, 2017 - 06:14

Ribuan Warga di Buol Tak Punya e-KTP

Muhammad Ramlan Salam. (Foto : Dok Metrosulawesi/ Syamsu Rizal)

Jumlah Pemilih Hasil Pemutakhiran 11 Kecamatan di Buol (Sumber Data: KPU Sulteng)
  • Biau: 19.639
  • Tiloan: 6.862
  • Paleleh : 8.163
  • Paleleh Barat : 3.977
  • Bukal : 10.088
  • Lakea : 3.894
  • Karamat : 6.216
  • Gadung : 8.470
  • Bokat : 9.748
  • Bunobogu :6.475
  • Momunu : 10.377

KPU: Dicoret Jika Tak Punya e-KTP atau Suket

Palu, Metrosulawesi.com - Jelang pilkada serentak 15 Februari 2017 di Kabupaten Buol dan Bangkep, persoalan identitas kependudukan calon pemilih belum juga tuntas. Tiga bulan jelang hari pencoblosan, masih ada ribuan warga di dua kabupaten tersebut yang tidak memiliki e-KTP atau KTP elektonik.

Padahal, syarat untuk menggunakan hak pilih di bilik suara adalah e-KTP atau surat keterangan (Suket) catatan sipil. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) setempat pun diimbau segera menyelesaiakan masalah tersebut agar warganya tak kehilangan hak suara di pilkada.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Tengah Muhammad Ramlan Salam dikonfirmasi membenarkan bahwa masih banyak calon pemilih di Buol dan Bangkep yang tidak memiliki e-KTP. Hal itu, kata dia diketahui dari hasil pemutakhiran yang dilakukan oleh petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP).

“Data pemilih yang belum lengkap elemen datanya misalnya tidak memiliki KTP sudah ada di KPU kabupaten. Jumlahnya mencapai ribuan,” kata Ramlan Salam ditemui di kantornya di KPU Sulteng Jalan S Parman, Palu, Senin 31 Oktober 2016.

Khusus pemilih tanpa e-KTP di Kabupaten Buol, KPU Sulteng sudah mengantongi datanya. Misalnya di salah satu kecamatan yang terbanyak pemilihnya yaitu Kecamatan Biau, jumlah pemilih berdasarkan hasil pemutakhiran sebanyak 19.639 orang.

Namun, kata Ramlan Salam dari jumlah tersebut terdapat 1.055 yang belum memiliki e-KTP. Begitu juga di kecamatan lain seperti Momunu sebanyak 1.346 warga yang belum memiliki e-KTP.

“Ini adalah data jumlah pemilih hasil pemutakhiran yang sifatnya masih sementara dan terus di-update. Tapi, dari data itu, terlihat bahwa masih ada ribuan warga yang belum memiliki KTP elektronik di Buol,” jelas Ramlan Salam yang Divisi Perencanaan dan Data KPU Sulteng.

Dia menjelaskan, petugas PPDP mendatangi dan mewawancarai warga calon pemilih di pilkada dan mengambil datanya. Pada saat pencocokan dan penelitian (coklit) tersebut, meski warga tak memiliki e-KTP, petugas PPDP tetap memasukkannya sebagai pemilih dalam daftar pemilih.

“Didata menggunakan format data terpisah untuk nantinya disampaikan ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil setempat agar dibuatkan e-KTP,” kata Ramlan Salam.

Ramlan Salam juga mengingatkan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, baik di Buol maupun di Bangkep agar segera menyelesaikan masalah data kependudukan tersebut. Masih ada waktu untuk menggenjot sampai akhir November 2016.

“Pemilih harus mengurus KTP elektronik atau surat keterangan catatan sipil dan dilaporkan tanggal 27 November ke PPS,” katanya.

Jika sampai batas akhir tersebut tak memiliki e KTP atau surat keterangan, maka KPU kabupaten akan mencoret nama dari daftar pemilih tetap (DPT) pada 4 Desember 2016. Pencoretan itu, kata Ramlam Salam mengacu pada Peraturan KPU (PKPU) dan surat edaeran KPU, baru-baru ini. Adapun DPT akan ditetapkan oleh KPU pada 6 Desember 2016.

Ramlan Salam memahami kendala yang dihadapi oleh Disdukcapil di daerah dalam hal perekaman e-KTP. Namun, dia berharap hal itu bisa diatasi agar semua warga yang memiliki hak bisa menyalurkan hak politiknya di bilik suara.

“Kita di KPU tidak akan menghambat warga untuk menyalurkan hak pilihnya. Tapi, semua ada aturannya seperti e-KTP. Nantinya, jika ternyata nama sudah dicoret di DPT tapi kemudian sudah memiliki KTP elektronik atau surat keterangan catatan sipil maka akan dimasukkan dalam DPTb dan bisa menggunakan hak pilihnya,” katanya.

Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran Ditetapkan

Sementara itu, daftar pemilih hasil pemutakhiran di Kabupaten Buol akan direkapitulasi dan ditetapkan di tingkat KPU kabupaten, hari ini, Selasa 1 November 2016. Sebelumnya di Banggai Kepulauan (Bangkep) sudah merekapitulasi dan ditetapkan sejak 29 Oktober 2016, namun Ramlan Salam mengaku belum menerima data  dari KPU Bangkep.

Ramlam Salam yang Divisi Perencanaan dan Data KPU Sulteng mengungkapkan, rapat rekapitulasi di KPU kabupaten akan menghadirkan Panwas Kabupaten, pasangan calon, dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil setempat.

Sebelumya, daftar pemilih hasil pemutakhiran tersebut telah ditetapkan di tingkat kecamatan.

“Data ini masih data sementara, masih akan update terus sampai pada penetapan daftar pemilih tetap. Akan diumumkan untuk memastikan bahwa semua warga yang memiliki hak suara masuk dalam daftar pemilih tetap pada saat ditetapkan,” kata Ramlan Salam.

Ramlan Salam mengatakan, dari data tersebut pada saat rekapitulasi akan juga akan terungkap total warga di Buol yang belum memiliki e-KTP atau KTP yang tidak dikenali oleh sistem.

Data tersebut diyakini validitasnya karena pendataan dilakukan langsung di lapangan oleh PPDP. Data itu, bisa menjadi pegangan bagi Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) segera bergerak melengkapi identitas penduduk dengan e-KTP.

“KPU terus berkoordinasi dengan Dinas Dukcapil untuk melengkapi elemen data yang belum lengkap seperti e-KTP,” kata Ramlan Salam.

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.

Bintang Delapan