Tuesday, 21 August, 2018 - 06:37

Risal Damsud Jabat Sekretaris Disdukcapil Sulteng

PELANTIKAN - Sekertaris Daerah Provinsi Sulteng Mohamad Hidayat Lamakarate atas nama Menteri Dalam Negeri melantik Sekertaris Disdukcapil Sulteng dan Kepala Seksi Fasilitasi Sarana Pendaftaran Penduduk, Jumat, 20 Juli 2018. (Foto: Humas Pemprov)

Palu, Metrosulawesi.com - Sekretaris Daerah Provinsi Sulteng Mohamad Hidayat Lamakarate atas nama Menteri Dalam Negeri melantik dua pejabat Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Sulteng di Ruang Kerjanya, Jumat, 20 Juli 2018.

Dua pejabat yang dilantik yakni Moh Risal Damsud sebagai sekretaris dinas dan Yunan Feldy Lesnusa sebagai Kepala Seksi Fasilitasi Sarana Pendaftaran Penduduk. Keduanya dilantik berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor: 821.24-1736 Dukcapil Tahun 2018.

Dalam arahannya, Hidayat mengatakan kedua pejabat yang dilantik telah sesuai dengan mekanisme dan aturan yang ada. Terlebih dahulu nama-nama yang akan diusulkan melalui pertimbangan kepala dinas kemudian diusulkan ke gubernur, selanjutnya permohonan tersebut diusulkan ke Kemendgari untuk ditetapkan SK.

“Jadi kalau ada yang informasi usulan diproses oleh kepala dinas itu tidak benar, semuanya sesuai dengan mekanisme dan ketentuan yang berlaku,” ujar Hidayat.

Dia menyampaikan mekanisme pelantikan pejabat Disdukcapil berbeda dengan pelantikan-pelantikan jabatan struktural lainya karena dalam ketentuanya untuk pengangkatan mulai dari kepala dinas sampai pejabat esselon IV menjadi kewenangan Kementerian Dalam Negeri. 

Hal tersebut dikarenakan ada sturktur OPD yang menjadi kewenangan kepala daerah sebagai PPK, akan tetapi pegawainya masih diangkat oleh BKD. Saat ini Mendagri menekankan untuk tidak melakukan rotasi kepada pejabat-pejabat yang telah dilantik agar yang bersangkutan betul-betul dapat bekerja maksimal.

“Tujuannya agar data kependudukan yang dikumpulkan bisa dimaksimalkan penggunaannya,” ujar Hidayat.

Adapun salah satu penggunaan data kependudukan dalam kaitannya pesta demokrasi Pileg dan Pilres 2019 mendatang. Hidayat mengungkapkan sebanyak 17 parpol akan mengikuti pesta demokrasi tersebut.

“Untuk provinsi sebanyak 45 kursi, kota Palu 30 kursi, Parigi Moutong 35 kursi, dan lain sebagainya. Jadi berapa banyak jumlah orang yang bertarung untuk memperebutkan satu kursi dan pentingnya data kependudukan untuk memproyeksikan agar pendukungnya tidak terganggu. Bagi pejabat yang telah dilantik tentu tugas ini sangat berat,” tandas Hidayat. 

 

Editor: M Yusuf Bj