Saturday, 20 January, 2018 - 03:37

Ritual Penobatan Raja Tolitoli Digelar Lima Hari, Panitia Undang Sejumlah Kerajaan

BERI KETERANGAN - Hi Iskandar A Nasir selaku ketua panitia Matanggauk memberikan keterangan tentang penobatan raja Tolitoli. (Foto : Aco Amir/ Metrosulawesi)

Tolitoli, Metrosulawesi.com - Penobatan Raja Tolitoli H Moh Saleh Bantilan SH yang juga bupati Tolitoli akan diwarnai sejumlah ritual adat dan memakan waktu lima hari. Puncaknya, pada 10 Desember 2017 prosesi pengusungan gaukan dari rumah adat (bale masigi) menuju tempat penobatan bernama Batu Lantung.

Ketua panitia pesta budaya akbar penobatan raja Tolitoli, H Iskandar Nasir, SH MH mengatakan, penobatan Raja Tolitoli H Moh Saleh Bantilan SH MH akan dilaksanakan pada 10 Desember 2017. Saleh Bantilan yang juga bupati Tolitoli.

"Yang akan melantik raja nanti pada hari H nya adalah Harsono Bantilan. Mengenai persiapan yang dilakukan panitia Matanggauk untuk penobatan Hi Moh Saleh Bantilan sebagai raja sudah memasuki 80 persen," ujar Iskandar Nasir didampingi kerabat kerajaan Mujidin Bantilan.

Dia menjelaskan, acara adat tersebut nantinya dilakukan dalam beberapa tahapan. Dimulai hari ini, Rabu 6 Desember 2017 dengan ritual adat Monodokan dan Monoeng (mendirikan dan menggantung pernak pernik).

Ritual adat dilanjutkan pada 7 Desember yaitu pembuatan danjak (perangkat/ perlengkapan ritual). Selanjutnya pada 8 Desember ritual adat manambu ogo (mengambil air dari sumber mata air). Pada 9 Desember digelar pawai Matanggauk yaitu mengumumkan kepada khalayak ramai bahwa akan ada acara.

Puncaknya pada 10 Desember 2017 dimulai pada pukul 09.00 dengan prosesi ritual adat oleh sesepuh adat, kemudian memandikan atau pensucian yang dilakukan oleh sesepuh adat kepada gaukan. Setelah itu dilanjutkan dengan prosesi pengusungan Gaukan dari rumah adat (bale masigi) menuju tempat penobatan bernama batu lantung.

Hajatan ini akan mencatat sejarah di Tolitoli, pasalnya setelah hampir 58 tahun penobatan Raja di Tolitoli baru tahun ini bisa terlaksana kembali. Penobatan ini akan menjawab wasiat dari raja sebelumnya yaitu Anwar Bantilan, yang telah menuliskan wasiat bahwa pemangku adat diserahkan kepada H Moh Saleh Bantilan.

Diperkirakan masyarakat yang akan hadir sekitar 10.000 orang, dan undangan ke beberapa kerajaan-kerajaan yang ada di Sulawesi Tengah, Jogjakarta, Sumatera, Gowa, Bone, Ternate, DPR RI, Ketua MPR, dan kerabat-kerabat terdekat diperkirakan akan turut hadir.

HUT Tolitoli

Sementara itu, sehari setelah penobatan Raja Tolitoli akan gelar upacara dalam rangka hari ulang tahun (HUT) Kabupaten Tolitoli ke 57. Pemerintah daerah akan mengundang para duta besar, gubernur dan seluruh bupati yang ada di Sulawesi Tengah.

Sebelumnya diberitakan, bahwa dalam pelaksanaan upacara HUT Kabupaten Tolitoli Bupati Tolitoli juga akan diresmikan penggantian nama lapangan Hi Hayun menjadi lapangan Gaukan Moh Bantilan sehingga menjadi Taman Kota GMB yang akan langsung dibuatkan gapura dalam bentu permanen.


Editor : Syamsu Rizal

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.