Monday, 18 December, 2017 - 16:46

Romy: Tiga Penyakit Menyerang Indonesia

Kakanwil Kemenag Sulteng, Abdullah Latopada memberikan cinderamata kepada Anggota DPR RI Komisi IX Ir H Muhammad Romahurmuzy MT saat kunjungannya ke Kantor Kemenag Sulteng, Jumat 10 Februari 2017. (Foto : Moh Fadel/ Metrosulawesi)

Kunjungan Anggota Komisi IX DPR RI di Kemenag Sulteng

Palu, Metrosulawesi.com - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah Abdullah Latopada, bersama dengan pejabat lingkup Kemenag menyambut kunjungan Anggota DPR RI Komisi IX  Ir. H. Muhammad Romahurmuzy MT beserta rombongan di Aula Kemenag, Jumat, 10 Januari 2017.

Kepala Kantor Kemenag Sulteng Abdullah Latopada mengatakan pihaknya sangat bangga dikunjungi seorang anak yang muda yang sudah memimpin partai besar yakni Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

“Oleh karena itu, saya sebagai Ketua Umum Nadhatul Ulama (NU) dan juga beliau Ketua NU, sangat bangga dengan kecerdasan beliau, sehingga bisa menjadi Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan,” katanya.

Abdullah Latopada meminta kepada Anggota DPR RI Komisi IX  Ir. H. Muhammad Rohmahurmuzy MT, untuk menyampaikan kabar isu-isu aktual yang berkembang di Indonesia.

“Ini agar kami lebih mengetahui tupoksi kami sepertai apa. Kami meminta sedikit penyegaran dalam menanggapi berbagai isu yang berkembang di Indonesia langsung dari Anggota DPR RI,” katanya.

Menaggapi permintaan itu, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Ir. H. Muhammad Romahurmuzy MT atau yang akrab disapa Romy ini mengatakan ada tiga penyakit yang saat ini melanda bangsa Indonesia, pertama adalah penyakit saling curiga, kedua penyakit saling menghina dan ketiga penyakit saling memarahi.

“Mendadak kita tidak menjadi diri kita sendiri, karena inilah dahsyatnya teknologi informasi. Saat ini teknologi informasi sudah merambah hampir ke seluruh aspek kehidupan. Menurut pemilik facebook, bahwa pengguna fecebook di Indonesia ini mencapai 88 juta,” ujarnya.

Artinya, kata Romy, dari 255 juta penduduk Indonesia, sepertiganya adalah pengguna Fecebook. Pasti di usia tua ke atas tidak ada yang menggunakan facebook, namun pada kalangan anak muda, hampir semua menggunakan facebook.

“Penguna twitter di Indonesia hari ini mencapai 50 juta. Berarti seper lima dari penduduk Indonesia sudah menggunakan twitter. Mereka ini mengalami demokrasi era baru. Demokrasinya itu anonim,” jelasnya.

Kata dia, keinginan mengungkapkan apapun pada media sosial yakni facebook dan twitter sangat tinggi, karena jejak pengguna dan identitasnya sulit terlacak.

“Maka inilah menyebar menjadi HOAX, sehingga memberikan informasi semaunya dan siapapun bisa memberikan informasi. Sehingga etika di dunia nyata tidak digunakan di dunia maya, atau media sosial, inilah penyakit  yang harus sama-sama kita waspadai,” kata Romy.

“Hal ini perlu disampaikan kepada masyarakat Sulteng, penyakit saling mencurigai,menghina dan memarahi atau menuduh adalah hal-hal yang sama sekali tidak dibenarkan menurut ajaran Islam,” tambahnya.

Menurutnya, pergaulan di dunia maya perlu dicermati.

“Anak-anak sekarang ini dibesarkan dengan tantangan zamannya, bukan tantangan zaman dulu. Tantangan zaman mereka jauh berbeda dengan tantangan zaman dulu. Dimana 30 tahun silam belum ada internet,” ungkapnya.

Selain itu, Romy  juga menyoroti paham radikalisme di Indonesia.

“Radikalisme adalah persoalan yang mengancam bangsa Indonesia saat ini. Berbicara radikalisme di Indonesia berbasis agama yang menjadi sorotan adalah Islam, ini tidak berarti Islam adalah terorisme,” katanya.

“Teroris bukan umat Islam. Teroris adalah pelaku teror, sehingga mereka ini bisa berasal dari semua paham dan bisa berasal dari semua agama,” tegasnya.


Editor : M Yusuf BJ

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.