Saturday, 20 January, 2018 - 03:26

Rotasi Guru Untuk Pemerataan Pendidikan

Ansyar Sutiadi. (Foto : Dok Metrosulawesi/ Moh Fadel)

Palu, Metrosulawesi.com - Kepala Dinas Pendidikan Kota Palu Ansyar Sutiadi mengatakan pembenahan tanaga pengajar (guru) di Palu akan dilakukan pada 2018 dengan melakukan rotasi untuk pemerataan pendidikan di Kota Palu.

Ansyar mengungkapkan hasil verifikasi data Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Desember ini akan diumumkan, hasilnya akan menjadi acuan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palu melakukan rotasi guru.

“Hasil verifikasi peningkatan GTK, Desember mendatang sudah selesai. Insya Allah, Januari akan ada rotasi terhadap ribuan guru di Kota Palu,” ungkap Ansyar, belum lama ini.

Ansyar mengungkapkan salah satu fokus pihaknya saat ini yakni peningkatan GTK.

“Jadi ada empat fokus saya adalah kompetensi guru, peningkatan sarana prasarana, tematik kurikulum dan keterlibatan masyarakat,” jelasnya.

Aspek lainnya, kata Ansyar, yakni pemerataan sarana dan prasarana pendidikan di Kota Palu, kurikulum berbasis tematik serta keterlibatan masyarakat.

“Kita inginkan, selain mutu pendidikan GTK meningkat, sarana dan prasarana di semua sekolah harus merata. Karena, seperti diketahui, di Kota Palu, kesenjangan pendidikan dari sisi sarana dan prasaranan sangat terlihat,” ujarnya.
 
Ansyar mengungkapkan puluhan sekolah di Kota Palu akan menggunakan sarana prasrana SNI yang berbasis kelas.

“Untuk itu sekolah-sekolah yang sudah menerima dana DAK, kami lengkapi dengan fasilitas nasional bahkan internasional,” kata Ansyar.

Ansyar mengatakan seluruh semua upaya tersebut bertujuan untuk meningkatkan mutu dan mengejar  beragam standar di dunia pendidikan.

“Jika dipresentasekan yang tercapai baru 20 persen, karena kami baru memulai. Oleh karena itu, penggunaan anggaran betul-betul kami maksimalkan, walaupun secara bertahap. Kami harapkan ini menjadi contoh buat sekolah lainnya di Palu,” katanya.

Ansyar sangat berharap kepada semua kepala sekolah yang mendapatkan bantuan DAK dan sarana prasarana  agar memelihara dan menjaganya.

“Sebenarnya harapan kami, kepala sekolah lebih mendorong akedemik gurunya, menjaga lingkunganya, mendorong kompentesi guru, sehingga terjaga kebersamaan. Jangan, sarana dan prasarana sudah didorong, namun gurunya tidak peduli dengan lingkunganya,” ujar Ansyar.


Editor : M Yusuf Bj

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.