Wednesday, 23 May, 2018 - 20:51

Rp1 Triliun Dana Kredit di Sulteng Belum Ditarik

DANA KREDIT - Sebesar 56 persen dana kredit di Sulteng disalurkan untuk kredit konsumtif (Foto : Kontan)

Palu, Metrosulawesi.com - Tahun ini pertumbuhan kredit di Sulawesi Tengah relatif stagnan dengan persentase sekitar 3,7 persen. Pertumbuhan kredit yang relatif stagnan disebabkan oleh pelaku usaha yang cenderung menunggu dan melihat kondisi perekonomian, sehingga permintaan kredit relatif rendah.

Menurut data terbaru Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulteng, penyaluran kredit hingga per 31 Oktober 2017 mencapai Rp23,479 triliun, masih ada sekitar Rp1,022 triliun (4,36 persen) yang belum ditarik atau undisbursed loan.

Jika dibandingkan dengan kondisi bulan yang sama di tahun 2016, angka penyaluran kredit di Sulteng meningkat  sedikit, di mana tahun lalu total kredit sebesar Rp22,588 triliun. Sementara kredit bermasalah (NPL) tahun ini lebih rendah yakni 2,17 persen, tahun lalu NPL sebesar 2,52 persen.

Sementara itu, dari total kredit yang disalurkan tahun ini, sebagian besar didominasi kredit konsumtif sekitar 56 persen, atau setara dengan Rp12,991 triliun, kemudian kredit untuk Modal kerja Rp8,246 triliun, dan kredit investasi Investasi Rp2,241 triliun. Pola ini juga tidak berbeda dengan tahun sebelumnya, kredit konsumtif juga mendominasi.

“Pertumbuhan kredit yang relatif stagnan disebabkan oleh pelaku usaha yang cenderung wait and see atas kondisi perekonomian sehingga menyebabkan permintaan kredit relatif rendah,” ungkap Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Sulawesi Tengah Wahyu Krisnanto, Rabu 29 November 2017.

Dia mengatakan angka kredit menganggur (undisbursed loan) di daerah ini juga tidak terlalu signifikan karena struktur kredit di Sulteng didominasi oleh kredit konsumsi yang sekitar 56 persen itu.

“OJK mendorong perbankan untuk meningkatkan penyaluran kredit kepada UMKM sehingga dapat merangsang pertumbuhan sektor rill,” katanya.

Melihat angka kredit saat ini, OJK memprediksi pertumbuhan kredit sampai dengan akhir tahun cenderung stagnan dan tidak mencapai double digit.