Saturday, 18 August, 2018 - 20:06

RPH Tavanjuka Masih Sepi Pesanan Hewan Kurban

Walikota Palu, Hidayat M.Si saat melakukan sidak di RPH Tavanjuka beberapa waktu lalu. (Foto: M Yusuf Bj/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com – Jelang Hari Raya Idul Adha 1439, 22 Agustus 2018, Rumah Potong Hewan (RPH) Tavanjuka masih sepi aktiftas. Belum ada pemotongan hewan kurban maupun pesanan daging dari pedagang.

Salah seorang Pegawai RPH, Rahmawati mengaku belum kesiapan jelang hari raya kurban, karena pesanan daging sapi baru akan disiapkan H-7 lebaran. Saat ini, pihaknya hanya menyiapkan pesanan daging sapi dari pedagang pada dua pasar di Kota Palu.

“Pemotongan di sini di mulai jam 11 malam sampai jam 4 subuh. Kebanyakan hanya pesanan penjual daging di pasar Inpres Manonda dan Pasar Masomba. Sedangkan, untuk daging pesanan hari lebaran itu belum ada kami siapkan, mungkin nanti mendekati tujuh hari jelang lebaran, daging sapi banyak yang pesan,” katanya di Palu beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Rahma mengungkapkan harga daging sapi potong yang di jual ke pasar sekitar Rp100-Rp110 ribu rupiah per kilogram.

“Pihak pemotong yang bawakan ke pedagan di pasar. Untuk harganya, biasa kami tawarkan 100 ribu sampai 110 ribu rupiah per kilogram. Kalau mengenai harga daging sapi potong yang di jual pedagang, saya kurang tahu,” jelasnya.

Biasanya, kata Rahma, para pedagang memesan daging sapi potong sebanyak 85 kilogram. Kata dia, per hari, sapi ternak yang disiapkan dua sampai tiga ekor untuk memenuhi permintaan konsumen. 

“Paling banyak yang mereka pesan sekitar 85 kg untuk daging, belum lagi tulang yang mereka pesan. sedangkan sapi yang disiapkan satu pengusaha atau saudagar sampai 2 atau 3 ekor perhari,” katanya.
 
Selain itu, jumlah pemotong sapi ternak atau penjagal yang ada Rumah Potong Hewan (RPH) tak tentu.
 
“Tergantung saudagar-saudagarnya, ada yang khusus menguliti sapi ternaknya, ada pula yang khusus memotong daging sapi ternaknya. Pengusaha sapi ternak yang sudah tercatat di bekerja sama dengan pihak RPH sebanyak sepuluh orang,” jelasnya.

Rahma mengungkapkan biasanya para pengusaha sapi ternak menjelang lebaran hanya menjual sapi ternaknya saja.

“Karena kebutuhan lebaran sangat banyak, apalagi berkaitan dengan pembagian daging kurban, banyak masyarakat yang ingin berbagi di hari raya nanti,” katanya.

“Apalagi menjelang hari raya kurban, kebanyakan mereka para pengusaha ternak sapi langsung menjual sapinya ke masyarakat tanpa di bawa lagi kemari untuk disembelih,” tambahnya.


Editor: M Yusuf Bj