Sunday, 22 July, 2018 - 09:27

RPK Pilihan Tepat Saat Komoditi Mahal

RUMAH PANGAN KITA - Peresmian RPK Nur Alam sebagai role mode Perum Bulog Divre Sulawesi Tengah, Selasa 20 Februari 2018. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.com - Direktur Keuangan Bulog Pardiman meresmikan Rumah Pangan Kita (RPK) role mode (panutan) di Sulawesi Tengah, Selasa 20 Februari 2018. RPK yang dipilih sebagai role mode Perum Bulog Divisi Regiona (Divre) Sulteng adalah RPK Nur Alam milik Muh Arif Rahman, beralamat di Jalan Tolambu, Kelurahan Kamonji Nomor 45 Palu.

Pengelola RPK, Yunus mengatakan, RPK milik anaknya itu baru berdiri pada 2016 lalu.  RPK Nur Alam didirikan setelah melihat program Perum Bulog yang membuka peluang bisnis sekaligus punya tujuan yang poritif untuk menstabilkan harga sejumlah komoditi.

Kata dia Bulog melalui RPK bisa menjaga kestabilan harga sembako.

“Betul-betul Bulog ingin stabilkan harga, dan juga tidak menghancurkan pedagang kecil,” kata Yunus yang ditemui usai peresmian, Selasa siang.

Menurutnya, RPK menjadi pilihan masyarakat ketika harga sembako di pasaran mengalami kenaikan. Misalnya ketika harga beras bergejolak, masyarakat akan beralih ke RPK yang harga jualnya sudah ditetapkan oleh Bulog sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang diatur pemerintah.

“Alhamdulillah pembeli ramai. Apalagi kalau harga di pasar mahal, pasti ramai. Saya bersyukur juga ada Bulog, harga gula bisa turun. Harga ditentukan oleh dia (Bulog),” katanya.

Dalam sehari RPK milik Arif bisa menjual rata-rata 20 sak beras kemasan 50 kilogram. Jika terjadi gejolak harga sejumlah komoditi, seperti beras, gula pasir, minyak goreng, bawang merah dan bawang putih, RPK milik anaknya itu lebih ramai pembeli.

Bulog Sulteng memilih RPK Nur Alam sebagai RPK role mode Perum Bulog Divre Sulawesi Tengah dengan pertimbangan RPK yang sudah terdaftar sejak 24 November 2016 itu antara lain, memiliki nilai penjualan yang terbilang besar, konsisten menjual komoditi Bulog, serta patuh terhadap HET yang sudah ditetapkan.

“Tujuan pemilihan RPK role mode diantaranya agar lebih termotivasi dalam melakukan penjualan produk Bulog,” ungkap Kepala Bidang Komersil Bulog Divre Sulawesi Tengah Gutomo Haryo Pamungkas, saat ditemui di ruangannya, sore kemarin.

Selain itu, tujuan lainnya untuk menarik minat pembeli dengan tempat yang menjadi standar bangunan RPK, sekaligus sebagai bentuk penghargaan dari Perum Bulog terhadap RPK terpilih di Divre Sulteng yang selama ini setia menjual produk dari Bulog.

Bulog sendiri menetapkan agar RPK menjual komoditi sesuai HET, diantaranya harga beras premium kemasan 50 kilogram dijual Rp9.500 per kilogram dan Rp10.000 perkilogram untuk kemasan 5 kilogram, beras medium dijual seharga Rp9.450 per kilogram untuk kemasan 5 kilogram dan 50 kilogram, gula pasir diiijual seharga Rp12.500 per kilogram, dan minyak goreng Rp12.500 per liter.       


Editor: Pataruddin