Sunday, 25 February, 2018 - 02:00

RS Anutapura Perketat Kunjungan Besuk, Tidak Boleh Bawa Anak dan Merokok

SURVEI LAYANAN - Direktur RS Anutapura Palu dr Ruslan Ramlan Ramli  saat mendampingi tim KARS dalam melakukan survei disalah satu ruangan di RS Anutapura Palu, Rabu, 29 November 2017. (Foto : Moh Fadel/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Rumah Sakit (RS) Anutapura Palu mulai memperketat kunjungan bagi pembesuk. Hal ini dilakukan untuk kenyamanan pasien. Pengunjung dibatasi dan tidak boleh membawa anak-anak.

Direktur Rumah Sakit Anutapura Palu dr Ruslan Ramlan Ramli mengatakan, pelayanan kesehatan harus mempunyai standarisasi.

Contohnya kata Ruslan, masyarakat RS harus nyaman serta tenang, sehingga di dalam RS tidak boleh ada pengunjung yang simpang siur.

“Makanya, jika ada aturan dari RS kenapa anak-anak tidak boleh dibawa ke RS, karena aturan sudah begitu dan ini adalah ketetapan aturan dari akreditasi,” kata dr Ruslan kepada Metrosulawesi di sela-sela menerima kunjungan oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS), Rabu 29 November 2017.

Ruslan menjelaskan, jam  besuk pasien di rumah sakit harus jelas. Tidak boleh pembesuk masuk di luar jam besuk. Hal ini dilakukan agar menjaga keamanan dari pasien, agar tenang dan tidak terjadi pencurian.
 
“Karena biasanya paling banyak terjadi pencurian di rumah sakit. Ini karena pengunjungnya simpang siur. Nah, saat ini ada ketentuan, satu pasien cukup didampngi satu pendamping. Dan harus ada tanda pengenal seperti kartu ID Card yang disiapkan oleh RS,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Ruslan, di luar dari jam besuk masyarakat tidak boleh tidur di RS, kecuali pendamping. 

“Maka inilah yang kami terapkan di RS Anutapura Palu, meskipun banyak masyarakat yang komplain, tetapi peraturan tersebut saya harus tegakkan, demi untuk kenyamanan dan keamanan dari pasien,” ujarnya.

Dia mengatakan yang paling ditegaskan adalah tidak boleh merokok, serta tidak boleh ada kucing dan anak-anak kecil yang berkeliaran ribut di RS. Semua ini adalah bagian dari aturan dari Akreditasi.

“KARS nantinya akan menentukan apakah Rumah Sakit Anutapura layak atau tidak di Akreditasi, baru direkomendasikan ke Kementerian Kesehatan, RS Anutapura sebenarnya sudah layak karena aturan-aturan dari pemerintah sudah di jalankan oleh RS,” katanya.

Ruslan berharap semua pelayanan di RS Anutapura berjalan dengan maksimal, agar masyarakat dapat merasakan pelayanan dengan baik, nyaman dan terbaik segala-galanya.

Kedatangan KARS ke RS Anutapura untuk memberikan penilaian terhadap rumah sakit itu, guna memperoleh akreditasi. Survei ini dilakukan setiap tiga tahun sekali.

“Yang disurvei KARS adalah penerapan pelayanan yang ditetapkan secara dasar oleh Kementerian Kesehatan, dalam hal mutu pelayanan kesehatan di Indonesia,” jelas dr Ruslan.


Editor : Udin Salim

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.