Saturday, 22 July, 2017 - 18:47

RSUD Mokopido Babak III, Pemkab Tolitoli Ancang Buat MOU

Proyek Gedung Sarana dan Prasarana di RSUD Mokopido yang terbengkalai. (Foto : Dok Metrosulawesi/ Isra Ibriandi)

Tolitoli, Metrosulawesi.com – Perihal hutang Jamkesda Pemerintah Kabupaten Tolitoli kepada RSUD Mokopido telah menemui titik terang, pasalnya saat ini Pemerintah setempat tengah mengancang buat Memorandum of Understanding (MOU) dengan pihak Badan penyelenggara jaminan sosial (BPJS).

Kepada Metrosulawesi, Plt RSUD Mokopido Tolitoli Ridwan Talabudin mengatakan, adanya MOU itu bertujuan agar pihaknya memperoleh dasar hukum guna mengklaim seluruh biaya pasien Jamkesda pemegang kartu SKTM kepada BPJS.

“Adanya MOU Pemkab dengan pihak BPJS itu supaya ada dasar hukum kami untuk mengklaim biaya pasien SKTM ke BPJS,” kata Ridwan.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pertemuan yang digelar pada Jumat (29/4/2016) pihaknya dengan seluruh stakeholder yang juga dihadiri oleh Plt. Sekab Tolitoli Mukadis telah membahas persiapan MOU dengan pihak BPJS.

Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah telah meyepakati MOU dengan pihak BPJS yang mulai berlaku  di bulan Juni mendatang. Sehingga secara otomatis, pihak RSUD sementara waktu membiayai sendiri pasien SKTM.

Meski demikian, terhadap seluruh pembiayaan serta hutang SKTM yang mencapai 5 Miliayr itu Pemerintah menjamin akan terealisasi seratus persen melalui anggaran perubahan tahun 2016.

“Berlakunya MOU nanti di bulan juni, jadi sementara ini biaya pasien SKTM kami tanggulangi dulu sambil menunggu MOU, dan melalui pertemuan itu Pemerintah akan membayar hutang SKTM yang lalu melalui anggaran perubahan tahun ini,” ungkap Ridwan.

Ketika ditanyakan soal rentang waktu berlakunya MOU di bulan juni, Ia menjawab, pihak BPJS masih merampungkan data SKTM dari Dinas Sosial setempat selama sebulan, agar mengantisipasi adanya nama ganda penerima manfaat.

Pihaknya saat ini mengaku lega dengan adanya MOU tersebut, sehingga pelayanan pasien SKTM di RSUD Mokopido masih berlanjut.

Bukan tanpa sebab, menurut Ridwan, RSUD Mokopido merupakan jenis Badan layanan umum (BLU) yang mengatur serta mengelola sendiri managementnya, mulai dari pembelian obat-obatan, barang habis pakai (BHP), mamin pasien, serta jasa pelayanan tenaga medis.

“Kami merasa lega, sebab RSUD Mokopido itu sudah BLU artinya, kami yang mengatur dan mengelola management, mulai dari pembelian obat,makan minum pasien,serta membayar jasa pelayanan,” tuturnya.

Pihaknya berharap, adanya perhatian Pemerintah Kabupaten Tolitoli terhadap Jamkesda dapat memicu pertumbuhan yang signifikan, sehingga ditahun mendatang RSUD Mokopido berpeluang naik status ke tipe B.


Editor : Masruhim Parukkai

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.