Friday, 20 July, 2018 - 01:39

RSUD Tora Belo Telusuri Kasus Rostina

Nurni, SKM MM. (Foto: Ist)

Sigi, Metrosulawesi.com – Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tora Belo Sigi mengangendakan bakal mengunjungi Rostina (57), pasien yang awalnya batuk berobat ke RSUD Tora Belo itu justru mengalami kelumpuhan secara tiba-tiba.

Kepala Bagian Tata Usaha (TU) RSUD Tora Belo, Nurni SKM MM, dikonfirmasi Metrosulawesi via telepon selulernya, Senin, 9 Juli 2018, mengatakan baru mengetahui peristiwa menimpa Rostina itu melalui media ini. Namun penyebab pasien yang berdomisi di Desa Watunonju, Kecamatan Sigi Biromaru itu sehingga mengalami kelumpuhan akan ditelusuri terlebih dahulu.

“Kami sekarang sedang berada di luar daerah menangani kegiatan Pemda. Insya allah besok (hari Ini) kami pulang ke Sigi, dan berencana mengunjungi Ibu Rostina segera mungkin,” ungkapnya.

Dia menambahkan, terkait persoalan yang menimpa pasien Rostina itu tetap ditelusuri hingga tuntas. Makanya persoalan ini akan segera berkoordinasi ke penanggung jawab Poli Klinik Penyakit Dalam RSUD Tora Belo Sigi. 

“Kami harus cari tahu dulu di mana pokok persoalanya. Setelah itu baru kita porsikan di mana letak keganjalan persoalan ini,” terangnya.

Sementara Direktur RSUD Tora Belo, dr Graf Beba MPh, yang ingin dikonfirmasi Metrosulawesi, Senin, 9 Juli 2018, terkait persoalan menimpa pasien Rostina. Namun Direktur RSUD Tora Belo itu tidak berada dikantornya.

Sebelumnya diberitakan, Rostina (57) mengalami kelumpuhan. Diduga kelumpuhan itu terkait dengan obat yang dikonsumsinya seusai berobat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tora Belo Sigi. Rostina menderita penyakit batuk itu berobat mendatangi Poli Klinik Penyakit Dalam di RSUD Tora Belo Sigi.

Indah Susanti, anak pasien Rostina, menceritakan kronologi ibunya sehinga mengalami kelumpuhan dan kejang-kejang, setelah meminum obat dari RSUD Tora Belo Sigi. Kata dia, berawal Sabtu, 30 Juni 2018 lalu, saat itu ibunya mengontrol batuk di Poli Klinik Penyakit Dalam. 

Karena keluhan batuk itu sering diperiksa ke dr Hania, selaku dokter penanggung jawab Poli Penyakit Dalam di RSUD Tora Belo. Setelah diperiksa dokter, maka ibunya langsung ke apotek baru pulang kembali ke rumah.

“Sekitar pukul 14.00 siang, ibu meminum obat terus tidur nyenyak. Kami berfikir mungkin reaksi dari obat itu sehingga tidur begitu. Pas malam harinya tiba-tiba ibu mengalami kejang-kejang dan tidak bisa berdiri,” ungkap anak kandung Rostina itu.

Pada Minggu, 1 Juli 2018, ibunya meminum obat itu lagi. 

“Nah pas Minggu itu baru ibu saya mengalami kelumpuhan total dan tidak bisa berjalan lagi. Setelah ditelusuri akibatkan kelumpuhan itu, ternyata obat yang diminum dari RSUD Tora Belo bukan obat batuk,” terangnya.

Menurutnya, ibunya yang tidak berdaya hingga dirujuk ke RSUD Undata Palu. Obat diminum ibunya sebanyak 4 jenis, Gabescol, Langdoprasole, obat kapsul racikan berwarna biru putih, dan satu lagi kapsul berwarna pink putih. 

 

Editor: Syamsu Rizal