Tuesday, 23 May, 2017 - 05:27

Rumah Subsidi Dominasi Bisnis Properti di Sulteng

Ketua REI Sulawesi Tengah, Liardi Hardian Candinaga. (Foto : Google image)

Pengembang Siapkan 3.000 Unit di REI Expo
 
Palu, Metrosulawesi.com - Bisnis properti di Sulawesi Tengah masih didominasi bisnis perumahan, khususnya rumah program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) alias rumah subsidi. Oleh asosiasi Real Estate Indonesia (REI) Sulawesi Tengah sekitar 80 persen membangun properti di sektor rumah subsidi.

Menurut Ketua REI Sulawesi Tengah Liardi Hardian Candinaga untuk memenuhi permintaan kebutuhan rumah masyarakat di Sulawesi Tengah, pihaknya lebih banyak membangun rumah yang saat ini harganya dipatok Rp 129 juta per unit itu.

“Masih subsidi yang dominan, kadang dalam satu kawasan perumahan sekitar 80 persen subsidi dan 20 persen non subsidi. Bahkan ada yang dalam satu kawasan itu semuanya subsidi,” ungkap Liardi saat ditemui tengah memantau persiapan REI Expo di Palu Grand Mall, Kamis 14 April 2017.

Bos PT Citra Nusa Puspa Mandiri itu menyebut masih banyaknya kebutuhan rumah masyarakat berpenghasilan rendah menyebabkan permintaan rumah FLPP masih banyak permintaan sehingga pihaknya sebagai pengembang pun lebih banyak membangun rumah subsidi. Rata-rata pengembang di asosiasi yang dipimpinnya di Sulawesi Tengah itu membangun rumah subsidi, sekitar 80 persen. sementara sisanya rumah non subsidi, termasuk rumah dan toko (Ruko).

“Pada umumnhya di Sulteng itu masyarakat berpenghasilan rendah, jadi yang dibutuhkan juga masih yang subsidi,” ujar Sekretaris REI Sulteng Musyafir Muhaimin menambahkan.

REI Sulteng sendiri tahun ini menargetkan 9.500 unit rumah dapat terealisasi. Untuk bisa memenuhi realisasi tersebut pihak asosiasi menggelar Expo khusus perumahan selama sepekan, sejak Sabtu 15 April 2017 hari ini hingga 22 April 2017 mendatang di Palu Grand Mall.

Pada Expo tersebut pihak REI menyiapkan 3.000 unit rumah, termasuk rumah subsidi, non subsidi dan ruko.

Dari jumlah yang disiapkan REI, targetnya pihak pengembang bisa menjual sekitar 1.200 unit rumah subsidi, 240 rumah non subsidi dan 30 unit ruko.

“Target kita di expo bisa menjual 1.470 unit secara keseluruhan, termasuk subsidi dan non subsidi,” sebut Musyafir yang owner PT Griya Garuda Indah itu.

REI berharap masyarakat bisa memanfaatkan momen sepekan itu untuk membeli rumah, sebab akan banyak promo yang ditawarkan pihak pengembang di expo tersebut.

“Jadi masyarakat sudah bisa mengunjungi expo sejak Sabtu siang, kita sudah ada penjualan mulai Sabtu siang,” kata dia. Sementara REI Expo baru akan resmi dibuka pada Sabtu malam.

Pada expo tersebut, dahadiri 48 pengembang. Selain pengembang, hadir pula sejumlah mitra kerja asosiasi seperti pihak PLN dan dinas terkait.

Ketua REI menyayangkan pada expo tersebut tidak dihadiri oleh pengembang yang belum tergabung pada asosiasi, padahal pihaknya juga mengajak para pengembang perumahan yang belum bergabung di REI untuk ikut pada expo tersebut.

“Kita juga utamakan mitra kita. Sebenarnya juga mengajak pengembang non REI, tapi tidak ada yang mendaftar untukl ikut. Padahal kita harapkan mereka gabung, tapi kita tidak bisa juga paksakan,” kata Ketua REI Sulawesi Tengah.

Pada kegiatan itu turut pula diikuti oleh tujuh perbankan di Kota Palu. pihak perbankan merupakan mitra REI dalam menyalurkan penjualan rumah. Dengan banyaknya perbankan yang menjadi mitra pengembang itu, ia berharap bisnis properti di Sulawesi Tengah kedepan juga bisa lebih dinamis.


Editor : Udin Salim

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.