Monday, 21 August, 2017 - 01:28

Rusli: Peluang Kocok Ulang Masih Terbuka

Rusli Dg Palabbi. (Foto : Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Partai Amanat Nasional (PAN) masih menggantung rekomendasi kepada Hidayat Lamakarate dan Zainal Daud sebagai calon Wakil Gubernur Sulawesi Tengah yang akan dikirim ke DPRD untuk dipilih.

Sekretaris DPW PAN Sulawesi Tengah, Rusli Dg Palabbi belum memberikan perkembangan signifikan terkait proses rekomendasi dari DPP PAN. Bahkan PAN masih melihat peluang bakal dikocok ulang nama calon wagub karena terdapat perubahan pengurus di salah satu partai pengusung.

Rusli Palabbi kepada Metrosulawesi Senin, 17 April 2017 mengatakan, rekomendasi dari partai pengusung harus ditandatangani oleh pengurus partai yang baru. Artinya lanjut Rusli, rekomendasi dari PKB saat diajukan ke DPRD harus Hidayat yang bertanda tangan, bukan rekomendasi yang ditandatangani Zainal Daud.

“Melihat perubahan struktur di PKB Sulawesi Tengah dan belum keluarnya rekomendasi dari PAN, kemungkinan kocok ulang sangat terbuka lebar,” kata anggota Komisi I DPRD Sulawesi Tengah ini.

Hingga saat ini menurut Rusli, DPP PAN belum mengubah rekomendasinya kepada Oskar R Paudi sebagai calon Wagub. Dengan begitu, PAN masih konsisten dengan keputusan awal mengusung ketua DPW PAN Sulawesi Tengah.

Melihat dinamika politik saat ini, Gubernur dan partai pengusung harusnya melakukan pertemuan lanjutan guna mencari solusi terkait suksesi calon Wawub. Pasalnya, tanpa rekomendasi dari salah satu partai pengusung maka pemilihan Wagub tidak bisa dilaksanakan.

Belum kelarnya dua nam calon Wagub terlihat jelas pada jadwal yang disusun Panlih Wagub. Sesuai jadwal, seharusnya Senin, 17 April batas akhir bagi partai pengusung mengirim dua nama ke DPRD melalui Gubernur. Namun nyatanya hingga saat ini dua nama itu belum juga dikirim oleh Gubernur.


Editor : Udin Salim

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.