Friday, 18 August, 2017 - 09:24

Saatnya Tulisan Jadi Lahan Bisnis

Sekjen Penpro Pusat Bachtiar Adnan Kusuma (tengah) saat tampil sebagai pemateri dalam diskusi Writerinterpreneurship Forum di salah satu hotel di Kota Palu, Sabtu, 6 Mei 2017. (Foto : Ist)

Palu, Metrosulawesi.com - Profesi penulis saat ini masih kurang diminati di Sulawesi Tengah, khususnya Kota Palu. Hanya akademisi, guru dan segelintir orang yang menekuninya. Padahal profesi yang terbilang minim peminat ini  adalah lahan bisnis yang menjanjikan. 

Demikian disampaikan Ketua Asosiasi Penulis Profesional (Penpro) Kota Palu Dr Arifuddin Arief dalam diskusi Writerpreneurship Forum yang berlangsung di Hotel Gajah Mada Kota Palu, Sabtu, 6 Mei 2017.

Menulis, kata Ariefuddin, merupakan fitrah dan potensi manusia namun tidak diaktifkan (meng-on-kan). Kata dia, dalam diri manusia ada potensi yang harus dihidupkan atau diaktifkan, antara lain move on (perubahan mindset), vision (impian besar), action (siapkan waktu dan kesempatan), passion (latihan dan kebiasaan), collaboration (kolaborasi atau terbuka) serta publication (publikasi). 

“Kita harus meng-on-kan potensi tersebut untuk menjadi penulis yang baik,’’jelasnya.

Dosen IAIN Palu ini menjelaskan jika mampu memaksimalkan potensi itu, maka seseorang akan menjadi penulis yang baik dan handal. Jika ditekuni, tentunya menulis akan jadi lahan bisnis yang potensial. Ia pun mengaku telah merasakan manfaat sebagai penulis.

Menurutnya, prospek profesi kedepan cukup menjanjikan, terlebih lagi dengan adanya Undang-Undang Perbukuan.

“Dimana setiap daerah akan ada badan buku daerah. Dan ini tentu jadi peluang bagi penulis buku di daerah,’’ ujar dosen yang telah melahirkan 17 buku tersebut.

Sementara itu, Sekjen Penpro Bachtiar Adnan Kusuma dalam diskusi yang bertemakan “Menuangkan Ide Dalam Tulisan, Menghasilan Uang Lewat Tulisan’’ banyak bercerita dan berbagi pengalaman bagaimana perjalanan karirnya hingga mampu menulis dan membuat hingga 600 judul buku.

“Saya menulis sejak kelas 1 SMP dan dari honor tulisan itulah, saya bisa membiayai sekolah saya. Tulisan saya dimuat di sejumlah media nasional,’’ceritanya.

Bachtiar menjelaskan, profesi penulis sangat menjanjikan dan menghasilkan uang. Tidak hanya itu, banyak manfaat lain yang bisa didapat dari profesi menulis. Namun diakuinya, menjadi penulis butuh proses dan pendukung, utamanya banyak membaca dan latihan menulis.

“Dengan banyak membaca maka akan membuat banyak ide, gagasan maupun pikiran. Memang salah satu faktor pendukung menulis itu adalah banyak membaca,” tambahnya.

Pada kesempatan itu, Pembina Penpro Kota Palu Prof Dr Djuaraid menyampaikan menulis buku merupakan pekerjaan yang luar biasa dan pekerjaan yang paling terhormat. Dosen Untad ini mengaku bisa mendapat royalti yang lumayan dari sejumlah buku yang ditulisnya.


Editor : M Yusuf BJ

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.