Sunday, 25 June, 2017 - 02:53

Sabu Rp10 M Masuk Tolitoli Lewat Pelabuhan

BERI KETERANGAN PERS - Kapolres Tolitoli AKBP M.Iqbal Alqudusy SIK, saat jumpa pers di aula Rupatama Polres Tolitoli, Jumat 16 Juni 2017. (Foto : Ist)

KRONOLOGI PENANGKAPAN SABU
  • Berawal dari informasi dari Direktorat Narkoba Polda Sulteng ada ABK KM Sumber Cahaya 88 yang berangkat dari Tarakan ke Tolitoli pada tanggal 15 Juni itu membawa barang sabu-sabu yang berasal dari Tarakan.
  • KM Sumber Cahaya 88 tiba dan bersandar di Pelabuhan Dede Tolitoli sekira pukul 03.50 Wita. Polisi langsung melakukan penyelidikan.
  • Di atas dermaga polisi melihat seorang pria yang ciri-cirinya sesuai dengan informasi yang sudah peroleh. Pria menjinjing sebuah kardus. Pria berinisial YAN ini langsung ditangkap.
  • Dari pengakuan YAN, paket besar narkoba yang dibawanya itu, berasal dari SYA, seorang anak buah kapal KM Sumber Cahaya 88. Polisi pun menangkap SYA yang kebetulan masih berada di atas kapal.
  • Polisi terpaksa menembak kedua tersangka karena berusaha melarikan diri dari tangkapan polisi.

Berusaha Lari, Dua Tersangka Ditembak

Tolitoli, Metrosulawesi.com – Direktorat Narkoba Polda Sulteng dan Polres Tolitoli berhasil mengamankan narkoba jenis sabu seberat 5,1 kilogram, Jumat 16 Juni. Barang haram yang diperkirakan senilai Rp10 miliar itu ditangkap saat masih berada di Pelabuhan Dede Tolitoli. Polisi terpaksa menembak tersangkanya karena berusaha melarikan diri.

Penangkapan tersebut dipimpin langsung Kapolres Tolitoli AKBP M. Iqbal Alqudusy SIK. Dua tersangka yang diamankan masing-masing berinisial YAN (33 tahun), warga Jalan Miangas, Palu Timur, dan SYA (21) warga Desa Tampiala, Kecamatan Dampal Selatan, Tolitoli, yang juga merupakan seorang Anak Buah Kapal (ABK) Sumber Cahaya 88.

Di hadapan wartawan, Jumat 16 Juni 2017,  AKBP M.Iqbal Alqudusy SIK, mengatakan, penangkapan dua tersangka itu merupakan kerjasama antara Ditresnarkoba Polda Sulteng dan Polres Tolitoli.

“Perlu kami jelaskan bahwa penangkapan sabu sabu ini, adalah informasi dari Direktorat Narkoba Polda Sulteng, melalui telepon bahwa dugaan kuat ada ABK kapal perintis KM Sumber Cahaya 88 yang berangkat dari Tarakan pada tanggal 15 Juni itu membawa barang sabu-sabu yang berasal dari Tarakan,” kata Kapolres di Mapolres Tolitoli.

Penangkapan itu sendiri, bermula saat KM Sumber Cahaya 88 sandar di dermaga Pelabuhan Dede Tolitoli, sekitar pukul 03.50 Wita.

“Tim kami kemudian melakukan penyelidikan terhadap seseorang yang diduga kuat akan menjemput barang haram tersebut. Dan orang yang kami curigai adalah Y," ungkap Iqbal.

Saat dilakukan penyelidikan, ternyata di atas dermaga ada seorang pria yang ciri-cirinya sesuai dengan informasi yang sudah peroleh, tersangka menggunakan kaus warna hitam dan celana levis, sedang menjinjing sebuah kardus, saat itulah tim yang sudah siaga di lokasi, langsung melakukan penangkapan.

“Saat dilakukan penangkapan, pria yang belakangan diketahui berinisial YAN (33 Tahun), warga Jalan Miangas, Kota Palu itu, mencoba melarikan diri dari kepungan petugas hingga harus dilakukan tindakan tegas, dengan dilumpuhkan. Kemudian kardus yang dibawa YAN dibuka, dan benar saja, kardus tersebut berisikan Narkotika jenis sabu seberat 5,1 kg,” tegasnya.

Lebih jauh orang nomor satu di Polres Tolitoli itu menjelaskan, dari pemeriksaan awal YAN mengakui bahwa paket besar narkoba yang dibawanya itu, berasal dari seorang anak buah kapal KM Sumber Cahaya 88, yang berinisial SYA (21 tahun), warga kecamatan Dampal Selatan, Kabupaten Tolitoli. Pada saat itu kapal KM Sumber Cahaya 88 masih bersandar di pelabuhan Dede Tolitoli.

Mendapat informasi tersebut tim langsung bergerak cepat, melakukan pemeriksaan di dalam kapal untuk mencari keberadaan ABK itu, dan petugas pun berhasil menemukan  SYA yang sedang baring di dalam kamar kapal.

Setelah ditangkap, SYA berusaha mengelabui petugas dengan mengaku tidak mengetahui isi dalam kardus itu adalah sabu-sabu, dirinya mengaku hanya menerima titipan pengiriman barang dari seseorang di Pelabuhan Tarakan, tujuan Tolitoli dan selanjutnya di Tolitoli nanti ada orang yang menjemputnya.

“Lagi-lagi tersangka mengelabuai petugas dan berusaha kabur. Namun, usaha tersangka harus gagal dikarenakan petugas dengan sigap melumpuhkan tersangka dengan timah panas,” ucapnya.

AKBP M.Iqbal juga mengatakan, saat ini kedua tersangka sudah diamankan dan masih dalam penanganan tim medis di RSU. Mokopido Tolitoli, untuk mendapatkan perawatan karena luka tembak, dan barang buktinya yang berhasil diamankan yakni sabu-sabu seberat 5,1 kg, 3 unit telepon genggam Jenis Iphone, Nokia, dan Vivo, serta uang tunai Rp 1.055.000.

“Semua barang bukti saat ini diamankan di Sat Res Narkoba Polres Tolitoli, dan kasus ini masih dalam pengembangan aparat, dan tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain sebagai pemilik sabu-sabu tersebut,” tambahnya.


Editor : Udin Salim

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.