Sunday, 22 October, 2017 - 17:54

Santika Indonesia Rayakan Pencapaian 100 Hotel di Bali

KELOMPOK SIHR - Hotel Santika Palu, salah satu jaringan hotel dari kelompok SIHR. (Foto : Dok Metrosulawesi)

Momen Familiarization Trip bagi Peserta Meeting

Palu, Metrosulawesi.com - Santika Indonesia Hotels and Resorts (SIHR), yang merupakan jaringan hotel lokal terbesar di Indonesia, kembali menggelar kegiatan tahunannya yang disebut ‘General Manager dan Hotel Manager Annual Meeting’. Pada kegiatan ini, General Manager dan Hotel Manager dari Hotel Santika Premiere, Hotel Santika dan Amaris Hotel mengadakan rapat selama 3 hari, sejak 1 Maret hingga 3 Maret 2017, di The Anvaya Beach Resort, Bali.

Menurut rilis Public Relation Officer Hotel Santika Palu Karina Pratiwi yang diterima Metrosulawesi di Palu, Sabtu 4 Maret 2017, General Manager dan Hotel Manager Annual Meeting tahun ini menjadi kegiatan yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Selain membahas rencana tahunan masing-masing unit yang tergabung dalam group SIHR, meeting ini juga dijadikan sebagai familiarization trip bagi peserta meeting untuk merasakan dan melihat The Anvaya Beach Resort, Bali, sebagai unit bintang 5 pertama yang sepenuhnya dikelola dan dimiliki oleh SIHR.

“Selain itu, para GM dan HM dari SIHR akan melakukan acara jalan sehat sebagai bentuk syukur atas pencapaian 100 unit yang kini telah dikelola oleh SIHR. Jalan sehat dilaksanakan di hari ke-3 dari rangkaian acara dengan rute The Samaya Seminyak menuju The Anvaya dengan jarak tempuh 7.6km,” sebut karina dalam rilisnya.

Perjalanan ini mengambil rute menyusuri Pantai Seminyak, Pantai Double Six dan garis finish di Pantai Kuta, belakang The Anvaya Beach Resort – Bali.

“Kegiatan ini kami lakukan untuk semakin mempererat hubungan antara General Manager dan Hotel Manager Santika Indonesia satu dengan yang lain. Selain itu juga sebagai wujud syukur atas pencapaian Santika Indonesia sejauh ini,” kata Corporate Sales and Marketing General Manager SIHR Cita Dewantoro.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh jajaran direksi dari Santika Indonesia Hotels and Resorts dan juga oleh CEO Kompas Gramedia, perusahaan induk dari Santika Indonesia, Lilik Oetama.

“Sejak pertama kali didirikan pada 22 Agustus 1981, Santika Indonesia dengan cepat melihat potensi pariwisata besar yang dimiliki oleh negara Indonesia ini. Santika Indonesia selalu dengan bangga mempersembahkan jaringan hotel-hotel mereka di kota-kota pusat tujuan bisnis dan wisata di Indonesia.”

Sejauh ini Santika Indonesia Hotels and Resorts telah menghadirkan unit hotel di lebih dari 38 kota di Indonesia, mulai dari kota-kota tujuan bisnis utama seperti Jakarta, Surabaya, Medan dan juga Makasar, hingga kota-kota tujuan wisata Bali, Lombok, Bangka dan Yogyakarta.

Keistimewaan dari setiap unit Hotel Santika terletak pada kekentalan ciri khas budaya Indonesia yang dapat ditemukan di setiap unit hotel Santika Indonesia. Pelayanan dari hati khas Indonesia akan selalu dengan ramah dan ceria menyambut tamu-tamu mereka. Kekayaan budaya Indonesia dan nilai-nilai luhur yang dimilikinya akan selalu menjadi inspirasi bagi Santika Indonesia Hotels and Resorts.

Santika Indonesia Hotels and  Resorts sejauh ini telah mengelola 102 unit hotel dengan 5 brand utama yakni, The Anvaya Beach Resorts sebagai hotel berbintang 5 berjumlah 1 unit, Hotel Santika Premiere sebagai hotel berbintang 4 dengan total 10 unit, Hotel Santika sebagai hotel berbintang 3 dengan total 26 unit, Amaris Hotel sebagai smart hotel dengan total 63 unit dan The Royal Collection sebagai Boutique Villas dengan total 3 unit.

Setiap hotel menawarkan keunikan tersendiri dengan standar pelayanan kelas atas, fasilitas yang memadai dan lingkungan yang menenangkan. The Samaya dan The Kayana, merupakan kelompok Boutique Villas dari Santika Indonesia yang menawarkan ketenangan privasi yang berkelas seperti berada di surga anda sendiri.


Editor : Udin Salim

Tags: 
Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.