Tuesday, 21 August, 2018 - 06:26

Satgas K5 Kunci Keberhasilan PPN III

Walikota Palu, Hidayat M.Si saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Pesona Palu Nomoni III di Ruang Bantaya Balaikota Palu, Rabu, 9 Mei 2018. (Foto: M Yusuf Bj/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Walikota Palu, Hidayat M.Si menegaskan keberhasilan Satgas K5 sangat mempengaruhi keberhasilan Pesona Palu Nomoni (PPN) III yang akan dilaksanakan September mendatang.

“Pesona Palu Nomoni III tidak akan berhasil kalau Satgas K5 tidak berhasil. Karena tugas sebenarnya Satgas K5 adalah menggerakan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan, keindahan, ketertiban, keamanan, dan kenyamanan (K5) lingkungannya masing-masing. Ini adalah kunci utama Pesona Palu Nomoni III, karena dalam Satgas K5 ada Sapta Pesona,” kata Walikota Hidayat saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Pesona Palu Nomoni III di Ruang Bantaya Balaikota Palu, Rabu, 9 Mei 2018.

Kata dia, kalau Satgas K5 gagal dalam menggerakan partisipasi masyarakat, tidak ada gunanya Pesona Palu Nomoni III.

“Karena sering orang datang ke Palu, mengatakan Palu ini jorok, Palu ini panas dan sering berkelahi masyarakatnya, Palu ini tidak nyaman, sehingga tidak ada kesan orang datang ke Palu,” tegasnya.

“Olehnya, saya selalu berharap, Lurah dan Camat sering-sering turun ke lapangan, sering di luar kantor, imbau warganya. Paling tidak, anggota Satgas K5 yang terdiri dari delapan orang tiap hari mengunjungi lima rumah warganya, mengajak untuk membersihkan dan menghijaukan lingkungannya, maka K5 akan tercipta di Palu,” katanya.

“Bahkan untuk memaksimalkan partisipasi masyarakat, tiap Sabtu kami turun ke empat kelurahan melakukan program Integrasi Germas, PKK, 3G, P4GN, dan Perbankan kepada masyarakat Kota Palu,” katanya.

Sebenarnya, kata Hidayat, dirinya berharap pada Pesona Palu Nomoni II tahun lalu, semua lorong di Palu didirikan gapura bertuliskan Palu Kota Berbudaya dan Beradat.

“Supaya mengikat jiwa masyarakat yang ada di Kota Palu ini. Bahwa kita saat ini berada di Palu, wilayah yang berbudaya, yang masyarakatnya tinggi toleransinya, masyarakat tinggi kekeluargaannya, masyarakat yang tinggi kegotongroyongannya. Namun  sebaliknya, orang yang datang dari luar harus berhati-hati, jangan buat hal-hal negatif, karena ada adat yang menjaga nilai-nilai tersebut, jika melanggar, pasti ada givu (sanksi adat),” jelasnya.

Kata dia, Satgas K5 seakan menjadi sampul atau cover dari Pesona Palu Nomoni III. Menurutnya, kalau covernya sudah tidak bagus, maka isinya, yaitu ragam kegiatan di PPN III pasti akan tidak baik.

“Pesona Palu Nomoni III adalah kegiatan yang mengembangkan sektor ekonomi Kota Palu. Karena orang yang berkunjung ke Pesona Palu Nomoni III nanti pasti akan berbelanja di Kota Palu, oleh karena itu covernya harus diperbaiki,” katanya.

Selain itu, Walikota Hidayat meminta kepada Sekretaris Kota Palu, Asri SH untuk memaksimalkan kinerja para koordinator-koordinator kepanitiaan Pesona Palu Nomoni III.

“Kalau bisa Pak Sekkot bikin pertemuan buka puasa bersama dengan koordinator-koordinator kepanitian PPN III. Saya minta semua koordinator atau bidang-bidang dalam kepanitiaan Pesona Palu Nomoni III sudah menyusun perencanaan kerjanya, supaya kita bisa koreksi bersama saat pertemuan tersebut,” jelasnya.

Walikota Hidayat juga meminta pada panggung Seni Budaya Nusantara PPN III agar diisi oleh komunitas-komunitas dari luar daerah.

“Karena ada beberapa komunitas yang saya temui diluar daerah, mereka siap mengisi acara Pesona Palu Nomoni III. Jadi saya minta kirim surat pemberitahuan kepada beberapa daerah di Indonesia agar komunitasnya mengisi acara di PPN III. Kirim surat pemberitahuan tersebut secepatnya,” tegas Hidayat.

Turut hadir dalam acara ini perwakilan Polres Palu dan Kodim 1306 Donggala, para pimpinan OPD, pengurus Dewan Kesenian Palu (DKP), dan pejabat terkait lainnya.