Saturday, 22 September, 2018 - 05:25

SDN 15 Bisa Jadi Percontohan Tanggap Bencana

SIMULASI - Ratusan siswa SDN 15 Palu saat mengikuti simulasi penyelamatan diri jika terjadi gempa bumi di sekolah, Rabu, 15 Agustus 2018. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.com - Tepat pukul 08.00 Wita Pagi, Rabu, 15 Agustus 2018 bunyi sirine terdengar kencang, mendengar itu, siswa-siswi SD Negeri 15 Palu tampak berhamburan dan panik menyelamatkan diri masing-masing.

Dari pantauan Metrosulawesi, sejumlah siswa tiba-tiba keluar ruang kelas saat mengikuti proses belajar, begitupun guru yang mengajar di kelas juga tampak terlihat panik dan terus menenangkan serta menenangkan para siswanya.

Beberapa siswa ada yang menyelamatkan diri dengan bersembunyi di bawah meja kelas, adapula berkeliaran mencari pertolongan serta ada juga yang terhadang, sehingga butuh pertolongan oleh tim Taruna Siaga Bencana (Tagana). 

Tim Tagana langsung sigap mencari korban di SDN 15 Palu, beberapa siswa pun diangkut menggunakan alat angkut pasien yang terluka. Tim lainnya membantu menyelamatkan anak-anak yang berada di bangunan lantai bertingkat.

Saat gempa bumi tidak terjadi lagi, Tim Tagana terus berupaya mencari siswa lain memastikan keadaannya. Tenda penyelamatan tampak dipersiapkan untuk menampung para siswa yang terluka.

Simulasi yang dilakukan oleh tim Tagana tampak sukses, pasalnya para siswa-siswi SDN 15 Palu sangat antusias mengikutinya.

Sekretaris Tagana Kota Palu, Ahmad Jais mengungkapkan simulasi yang dilakukan tersebut melibatkan partisipasi orang tua murid yang sangat besar untuk melaksanakan tanggap darurat kebencanaan usia dini di SDN 15 Palu.

“Olehnya kami dari Tagana Kota Palu mengucapkan apresiasi sekali terhadap kegiatan ini, maka kami berharap SDN 15 Palu ini sebagai percontohon oleh sekolah lainnya,” ujarnya.

Kata dia, simulasi yang dilakukan oleh tim Tagana berlangsung kurang lebih tiga jam. Saat simulasi, para siswa yang sedang belajar langsung ditangani oleh tim Tagana, untuk meminimalisir korban jika seandainya betul terjadi bencana alam.

“Simulasi seperti ini sebenarnya sudah beberapa kali kami laksanakan di sekolah, namun untuk di SDN 15 Palu baru pertamakalinya dilaksanakan,” ungkapnya.

Ahmad mengaku, tim Tagana yang diturunkan dalam melakukan simulasi sekitar 10 orang.

Sementara Kepala SDN 15 Palu Paizah mengungkapkan pelaksanaan simulasi ini sudah direncanakan sejak awal, dan pihak sekolah memang menginginkan para siswa di SDN 15 Palu bisa memahami bila bencana alam betul-betul terjadi, apa yang harus dilakukan, sehingga bisa selamat.

“Saat simulasi memang saya melihat seakan-akan bencana gempa bumi terjadi, karena para siswa-siswi sangat merespon dan telah paham jika terjadi bencana tersebut. Sebelumnya memang Tim Tagana telah mensosialisasikan terkait menyelamatkan diri ketika terjadi bencana, olehnya siswa-siswi pagi tadi (kemarin-red) telah sigap dan tanggap saat simulasi,” jelasnya. 


Editor: M Yusuf Bj