Tuesday, 21 August, 2018 - 06:25

SDN 22 Palu Fokus Kembangkan Potensi Siswa

Jubaedah. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.com - Sekolah Dasar Negeri (SDN) 22 Palu fokus pada pengembangan potensi minat dan bakat siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler. Selain itu, kegiatan ekskul seperti kegiatan Pramuka,  olahraga, seni serta bimbingan belajar matematika dan IPA, bertujuan meningkatkan mutu pendidikan sekolah, baik akademik maupun non akademik.

Demikian disampaikan Kepala SDN 22 Palu Jubaedah. Menurutnya, kegiatan ekskul juga melatih dan mempersiapkan siswa-siswi mengikuti lomba-lomba yang diadakan di tingkat sekolah dasar, provinsi maupun di nasional. 

“Karena hampir setiap tahunnya siswa-siswi SDN 22 Palu selalu berpartisipasi dan mendapat prestasi dalam kegiatan-kegiatan maupun lomba-lomba olahraga dan seni yang diadakan pemerintah, baik di tingkat kota, provinsi maupun nasional,” ungkapnya di Palu belum lama ini.

“Sekolah ini memang maju dalam prestasi, tahun-tahun kemarin sekolah ini selalu ikut dalam lomba-lomba di daerah dan pernah mewakili Sulawesi Tengah di tingkat Nasional, dan saat ini kita masuk di tingkat provinsi dalam lomba Pantomin FLS2N,” kata Jubaedah.

Selain bidang seni, kata dia, SDN 22 Palu baru selesai mengikuti lomba Pramuka Penggalang Ceria dan Gugus Depan Unggul yang diadakan Kementerian Pendidikan dan Kwartir Nasional, namun belum berhasil meraih prestasi. Hal itu akan menjadi evaluasi dan motivasi bagi guru maupun siswa, agar kedepannya kegiatan ekrakulikuler lebih digalakan.

Kata dia, SDN 22 Palu lebih menekankan pada kegiatan ekstrakurikuler Pramuka, yang wajib diikuti oleh seluruh siswa. 

“Maka dari itu sekolah membentuk Sanggar Pramuka dan panggung seni sebagai sarana siswa untuk melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler,” ungkapnya.

Tak hanya itu, SDN 22 Palu juga melaksanakan kegiatan eksrakulikuer lainnya seperti bimbingan belajar untuk mata pelajaran yang dilombakan dalam olimpiade sains dan matematika, latihan seni untuk kategori menyanyi solo, menari, pantomin. Sedangkan cabang olahraga, adalah latihan bulu tangkis, catur, karate, atletik, serta lomba lainnya, seperti pidato, puisi, dan baca tulis Al-Quran.

Kata dia, guru pendamping dalam kegiatan ekskul harus memiliki keahlian sesuai dengan jenis kegiatan yang dilatihnya kepada siswa. Guru terlebih dahulu harus mengikuti kursus mahir dasar dan kursus mahir lanjutan.

Namun, Jubaedah mengaku hanya beberapa guru yang pernah mengikuti kursus tersebut, karena terkendala biaya. 

“Sekolah kedepannya harus lebih baik lagi, berkembang lagi, namanya bisa mencuat lagi, agar orang lebih tau bahwa sekolah ini banyak meraih prestasi dan memotivasi siswa melalui pembentukan karakter,” tegas Jubaedah. 

 

Editor: M Yusuf Bj