Friday, 25 May, 2018 - 03:08

Segera Hadir! Smart Avenue, Creativity Landmark Pertama di Sulteng

NEW LANDMARK - Smart Avenue nantinya bakal menjadi kawasan kreatifitas dan wadah eksistensi komunitas kreatif Palu. Selain tentu saja jadi lokasi wisata kuliner baru terhits. (Foto : Ist)

Pakai Kontainer, Interior Recycle, Munculkan Nuansa Local Power

Palu, Metrosulawesi.com - Mengadopsi style dari Food Container dan Food Fighter di Jakarta, Palu bakal punya landmark baru yang menyasar pasar muda.

Memadukan keberagaman kekayaan brand kuliner lokal, eksistensi komunitas dan wadah pengusaha muda lokal, perusahaan e-commerce dan local movement bernama Palu Smart City, segera membangun kawasan kreatif yang akan dinamakan Smart Avenue.

Berlokasi di Jl. Cumi-cumi tepat di belakang taman Datokarama, venue itu diklaim bakal menjadi the new hipster place to hangout di Palu.

"Keinginan membangun kawasan ini bermula dari keinginan saya dan beberapa teman membuat wadah one stop entertainment bagi anak muda Palu dengan kemasan yang beda tetapi tidak meninggalkan kearifan lokal," ungkap Agus Salim, founder Smart Avenue.

Saat lokasinya sedang pematangan lahan untuk seterusnya masuk proses flooring menggunakan paving block.

Menurut pengusaha muda yang juga bergerak di bidang agribisnis ini, ada alasan kuat mengapa venue ini layak dinanti.

Pertama, konsep bangunan utamanya menggunakan kontainer yang memang sedang hits dijadikan tempat usaha.

Kedua, tema interiornya adalah recycle.

"Lebih bersahabat dan lebih kreatif karena semua ornamennya diolah dari barang bekas," katanya.

Bikin Kejutan

Selanjutnya, dikawasan yang diyakininya bakal menjadi landmark kreatif pertama di Sulawesi Tengah itu, bakal memunculkan ornamen atau nuansa lokal di setiap areanya.

"Kita harus bangga akan sumber daya yang di miliki Sukteng. Saya ingin potensi itu tergambarkan di kawasan ini nanti. Seperti apa bentuknya? Biar jadi kejutan nanti," tambahnya.

Bukan tanpa alasan jika Agus mamadukan unsur local power pada kawasan besutannya ini. Semangat Pemkot Palu yang sedang giat menjadikan Palu sebagai Smart City dan kota jasa dan wisata, jadi salah satu alasan.

"Membangun Smart City bukan hanya tugas pemerintah. Semua warga harus dilibatkan. Terutama generasi muda. Kawasan ini nantinya menjadi gambaran bagaimana realisasi kami menjadi bagian dari pembangunan kota tercinta ini tanpa harus menjadi PNS," harapnya.

Apa saja yang ada di Smart Avenue ini? Menurut Agus, kawasan ini nantinya terbagi 2 area. Area pertama seluas kira-kira 35x75 meter jadi kawasan all in service. Seperti: food center, barbershop, garment store, UKM centre, community stage, dan live music.

Area ke 2 di bagian belakang, dengan luas yang kurang lebih sama dengan area depan, juga bakal multi fungsi.

Mulai dari area event, working space dan area parkir.

"Jadi solusi asik bagi siapapun untuk melaksanakan event. Baik acara corporate, keluarga maupun sekelas konser. Akan disiapkan stage luas yang representatif. Belum lagi area parkir yang lega dengan 1 jalur masuk yang aman," ujar Agus.

Menurut Agus, untuk pengembangannya nanti, kawasan ini bakal dilengkapi dengan wahana outbond keluarga.

"Iya, seperti wahana flying fox dan jembatan gantung yang menghubungkan beberapa area utama kontainer," sebutnya.

Belum lagi venue ini juga akan dilengkapi dengan area skywalk yang menghubungkan area utama food centre dengan area tengah taman Datokarama. Berada di skywalk ini jadi pengalaman menarik. Karena bisa menikmati indahnya teluk palu di area terbuka yang lebih tinggi.

"Semuanya menggunakan bahan kayu khas sulawesi. Didesain simple dan diperkaya dengan ornamen dan hiasan kekinian tetapi tetap terasa suasana khas lokalnya,"  katanya.

Ya, aroma local power memang kental teras. Bahka  pada logo landmark ini, menyertakan bentuk "siga" yang menjadi penutup kepala tradisional Palu.

"Sekaligus kami mengajak enerasi muda untuk lebih akrab dengan budaya lokal. Salah satunya dengan mengenalkan siga lewat logo kawasan ini," tambah Agus.

Menarik dinantikan bagaimana kawasan ini nantinya eksis. Apalagi Agus juga menjanjikan, hanya dengan mendatangi kawasan ini selain menikmati kuliner, juga bisa lebih mengenal semua daerah di Sulteng berikut pimpinan daerahnya lewat ornamen khas yang tersebar di semua area.