Sunday, 27 May, 2018 - 03:57

Sejumlah Lurah Segera Diganti

Tampak Walikota Palu, Hidayat M.Si bersama Wakil Walikota Palu, Sigit Purnomo Said, Sekkot Palu, Asri SH,  Ketua DPRD Palu, Ishak Cae, dan Kadis Kesehatan Kota Palu, dr. Royke Abraham saat menghadiri acara Integrasi Germas, PKK, BNNK dan 3G di Kelurahan Silae, Kecamatan Ulujadi, Sabtu, 10 Maret 2018. (Foto: M Yusuf Bj/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Untuk mempercepat proses pembangunan mewujudkan Palu sebagai Kota Destinasi, Pemerintah Kota (Pemkot) Palu kembali akan melaksanakan pelantikan pejabatnya pekan ini. Kali ini sasarannya adalah sejumlah lurah dan camat yang dinilai lambat melakukan kinerja program Pemkot Palu.

“Dari penilaian saya dengan Wakil Walikota Palu, ada sejumlah lurah yang belum bergerak, khususnya meningkatkan dan mengajak masyarakat perangi sampah. Ada camat juga seperti itu, belum bergerak sama sekali. Ya sudah, kalau memang tidak bisa, kami akan titip saja di “Panti Asuhan” lurah dan camat seperti itu,” kata Walikota Palu, Hidayat M.Si saat memberikan sambutan pada acara Integrasi Germas, PKK, BNNK dan 3G di Kelurahan Silae, Kecamatan Ulujadi, Sabtu, 10 Maret 2018.

Walikota Hidayat juga meminta maaf jika langkah pihaknya mengganti beberapa lurah dan camat nanti kurang berkenan.

“Saya, Wakil Walikota, Pak Sekkot minta maaf kalau langkah-langkah kami ini banyak yang menyinggung ASN Kota Palu. Ada beberapa pejabat yang kami “naikkan” eselonnya, dari eselon III menjadi eselon IV. Bahkan ada yang kami naikkan eselon V,” katanya.

Hidayat mengungkapkan hal itu dilakukan agar dalam kurun waktu kepemimpinannya, visi pembangunan Kota Palu yang diemban bisa terlaksana dengan baik.

“Kami ini hanya lima tahun memimpin Kota Palu, jadi kami ingin kinerja pembangunan dapat berjalan cepat. Dan sekarang, tinggal tiga tahun kami memimpin Kota Palu. Justru itu jangan di sia-siakan, karena ini adalah anugerah Tuhan yang harus disyukuri,” katanya.

“Jadi kalau ada ASN yang kurang gizi menghadapi kami, maka berbahaya. Makanya banyak ASN di Kota Palu kami titip di Panti Asuhan,” katanya.  

Walikota Hidayat menegaskan bahwa pelantikan pejabat di lingkup Pemerintahan Kota Palu tidak terjadwal.

“Bisa tiap hari kami lakukan pelantikan. Ketika tidak bagus, kami ganti. Beberapa hari kedepan akan kami lakukan pelantikan. Masih banyak orang yang bagus kinerjanya di Kota Palu ini,” katanya.

“Jadi kalau ada bahasa-bahasa miring dari ASN, kami terima. Oleh karena itu, kami mohon maaf, dengan segala hormat, niat kami adalah percepatan pembangunan di Kota Palu. Tidak ada niat kami yang lain,” katanya.

Diketahui, pada pelaksanaan pelantikan pejabatnya, 20 Oktober 2017, Wakil Walikota Palu, Sigit Purnomo Said saat itu menegaskan bahwa pejabat yang dimutasi bukan berarti minim kinerja.

Wawali Sigit mengatakan tujuan pelantikan tersebut bersifat positif karena untuk memaksimalkan program pembangunan di Kota Palu.

“Jadi mutasi yang dilakukan berdasarkan pantauan Walikota Palu. Bukan berarti Walikota mencari-cari letak kesalahan teman-teman. Walikota mencari sosok-sosok yang bisa ditempatkan sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Misalnya, Pak Irsan yang sukses memimpin pada jabatannya yang lama, ternyata dibutuhkan lagi keahliannya ditempat yang baru,” kata Sigit.

Wawali Sigit meminta para pejabat yang dimutasi tidak berpikir memiliki kekurangan sehingga diganti.

“Bagi pejabat yang baru dilantik, jangan habiskan waktu untuk berpikir, kenapa saya diganti? Tapi langsung menyesuaikan ditempat kerjanya yang baru,” katanya.