Friday, 17 August, 2018 - 15:47

Sekdes Santigi Susul Kades di Penjara

DITAHAN - Sekretaris Desa (Sekdes) Santigi, Mukmal dijebloskan penyidik kejaksaan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tolitoli, Jumat 20 April 2018. (Foto: Ist)

Tolitoli, Metrosulawesi.com - Sekretaris Desa (Sekdes) Santigi, Mukmal dijebloskan penyidik kejaksaan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tolitoli, Jumat 20 April 2018. Mukmal adalah tersangka kasus dugaan korupsi Dana Desa (DD) dan Anggaran Dana Desa (ADD) tahun 2017 di desanya.

Sebelumnya, Plt Kepala Desa Santigi Kecamatan Tolitoli Utara, Bahmid Nawir juga telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus yang sama dan ditahan oleh jaksa penyidik Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Tolitoli Utara belum lama ini.

Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Laulalang Tolitoli Adief Swandaru SH kepada wartawan belum lama ini mengatakan, sebelumnya tim penyidik memeriksa Sekdes Santigi, Mukmal sebagai saksi. Namun usai memberikan keterangan sebagai saksi tim penyidik langsung menetapkan tersangka terhadap Mukmal.

“Sebelumnya tersangka kami lakukan panggilan pertama pada pertengahan bulan Maret 2018, namun tersangka tidak memenuhi panggilan penyidik, hingga pada panggilan kedua tersangka tetap mangkir, dan pada panggilan ketiga tersangka kita periksa selama tiga jam dan langsug kami tahan,” jelas Adief Swandaru.

Adief Swandaru SH menambahkan, kasus tersebut bermula, saat tim penyidik Cabjari Laulalang melakukan penyelidikan pada Februari 2018 lalu, berdasarkan adanya laporan dan pengaduan masyarakat yang akhirnya ditindak lanjuti dengan Pengumpulan Data (Puldata) serta Pengumpulan Bahan Keterangan (Pulbaket) dengan melakukan langsung pengecekan di lapangan.

Setelah ditemukan fakta di lapangan, berdasarkan dua alat bukti yang cukup yakni keterangan saksi-saksi dan tim ahli yang diturunkan oleh Cabjari Laulalang, akhirnya pada bulan Maret 2018 lalu status kasus tersebut ditingkatkan ke penyidikan.

Setelah dua bulan mempelajari kasus tersebut akhirnya pada Jumat 20 April 2018 sekitar pukul 16.30 Wita akhirnya ditetapkan statusnya sebagai tersangka dugaan penyalahgunaan Dana Desa dan Anggaran Dana Desa tahun 2017 dimana tersangka sekaligus Sekdes Desa Santigi, Kecamatan Tolitoli Utara.

“Keduanya bekerja sama dengan tersangka oknum Plt Kades Santigi yang kami tahan sebelumnya, yakni nilai pembelanjaan yang tidak sesuai dengan pertanggungjawaban dimana setelah kami hitung, kerugian negara mencapai Rp90 juta,” ungkapnya.

Dikatakannya, dalam kasus dugaan penyalahgunaan DD dan ADD di Desa Santigi, Kecamatan Tolitoli Utara tahun 2017. Dari bahwa tersangka melakukannya bersama dengan Plt Kades Santigi.

Tersangka Sekdes Santigi dijerat pasal 2 dan pasal 3 junto 55 Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 atas perubahan Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dengan ancaman paling singkat empat tahun penjara.

Pantauan media ini di Lapas Kelas IIB, tersangka dibawa dengan menggunakan kendaraan tahanan roda empat dan dikawal satu kendaraan dinas. Tersangka Oknum Sekdes Santigi tiba sekira pukul 18.30 wita di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tolitoli dengan dikawal tim Cabjari Laulalang. Saat turun dari kendaraan tahanan, tersangka langsung digiring masuk ke dalam ruang utama lapas setempat. 

 

Editor: Syamsu Rizal