Monday, 27 February, 2017 - 10:27

Sekolah Diminta Segera Input Data KIP

Kepala Seksi Pembinaan SD/PKLK, Disdikbud Kota Palu, Ferry Cahyadi, S.IP. (Foto : Fadel Yalinawa/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Palu mengimbau kepada seluruh sekolah tingkat SD/ MI, SMP/MTS, dan SMA/MA untuk mendata siswa penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan siswa yang berasal dari keluarga penerima Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) ke dalam aplikasi Dapodik (Data Pokok Pendidikan).

Kepala Seksi Pembinaan SD/PKLK Disdikbud Kota Palu, Ferry Cahyadi S IP, Kamis 11 Agustus 2016 mengatakan sesuai dengan surat edaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 17/D/KU/2016 Tanggal 4 Agustus 2016 bahwa seluruh sekolah harus  segera mendata siswa penerima KIP dan siswa penerima KKS dan berakhir 31 Agustus 2016.

“Disampaikan, agar sekolah segera mendata melalui aplikasi Dapodik baik siswa yang memiliki KIP maupun KKS dan termasuk siswa yg tdk memiliki KIP/KKS/KPS untuk diajukan ke Kemdikbud. Setelah di verifikasi, Kemdikbud akan menerbitkan dan mengirimkan Surat Keputusan (SK),” ujarnya.

Selanjutnya, kata Ferry, Kemdikbud akan melakukan penetapan penerima manfaat Program Indonesia Pintar (PIP) ke Disdikbud Kota Palu dan Bank Penyalur yang akan di tunjuk.

“Lalu Disdikbud Palu akan mengirimkan surat pemberitahuan dan daftar Penerima manfaat Program Indonesia Pintar ke sekolah,” jelasnya.

Ferry menambahkan setelah itu sekolah yang akan menginformasikan kepada peserta didik atau orang tua siswa untuk memberitahukan mengenai lokasi dan waktu pengambilan dana tersebut. Peserta didik dan orang tua mengambil dana tersebut dengan membawa surat keterangan dari sekolah.

“Di tahun  2016 ini tercatat 1.733 siswa di Kota Palu sudah menerima KIP dari Dinas Sosial, dan dana beasiswa tersebut sebesar Rp 536.625.000.00, dan ini sudah dilakukan dua tahap, sehingga saat ini masih dalam proses pencairan,” jelasnya.
 
Ferry mengungkapkan penyebaran Kartu Indonesia Pintar (KIP) dilakukan melalui Dinas Sosial, sehingga pihak sekolah harus bekerjasama dengan lurah dan kecamatan. Maka dari itu, kata Ferry, pihak sekolah harus mendata sesuai data statistic nasional. Berdasarkan data itulah yang mereka sebarkan untuk siswa, yang mereka anggap layak menerima KIP.

“Kami berharap mudah-mudahan tidak ada kesalahan pendataan. Jadi orang tua atau siswa yang mendapatkan KIP itu, memang betul-betul yang selayaknya mendapatkan KIP, dan perlu diketahui orang tua siswa, kami hanya mendata KIP ke aplikasi dapodik  yang dibuat oleh Kemendikbud, dan sekarang kami masih menunggu SK dari Pusat.”

“Kalau sudah ada SK dari Kemendikbud pusat, untuk dibagikan dana tersebut, maka kami akan menginformasikan kepada sekolah-sekolah dan pihak sekolah yang akan memberitahukan kepada siswa atau orang tuanya. Saat ini SK tersebut belum ada, kami sementara menunggu SK tersebut,” tutupnya.


Editor : M Yusuf BJ

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.

Bintang Delapan