Monday, 23 July, 2018 - 23:59

Sekolah Pendaftar SNMPTN Untad Bertambah

Dr Darsikin. (Foto: Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2018, ditutup Selasa, 6 Maret kemarin. Humas SNMPTN Universitas Tadulako (Untad), Dr Darsikin mengungkapkan, sekolah pendaftar SNMPTN Untad tahun ini bertambah dari tahun sebelumnya.

“Ada peningkatan, tahun lalu hanya 206 sekolah menengah sederajat yang mendaftar, sekarang ada 213 sekolah,” ungkap Darsikin di Palu, Selasa, 6 Maret 2018.

Dia menerangkan 213 sekolah tersebut merupakan pendaftar yang tersebar diberbagai kabupaten/kota se Sulteng. Selain dari Sulteng, sekolah peminat SNMPTN Untad juga dari beberapa provinsi se Indonesia antara lain Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Kalimantan Timur, Jogjakarta, Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Secara individu kata Darsikin, jumlah pendaftar SNMPTN Untad kali ini juga meningkat dari tahun sebelumnya. Pada 2017, jumlah  pendaftar SNMPTN Untad hanya sekitar 5.000 orang lebih saja.

“Hingga detik ini (kemarin,red) jumlah pendaftar SNMPTN Untad mencapai 6.520 orang, meningkat dari tahun lalu,” terangnya.

Dari jumlah itu, Darskin mengatakan, kuota Untad jalur SNMPTN hanya sekitar 2.400 kursi. Itu artinya ada sekitar 4.000 orang lebih yang harus rela mencoba jalur seleksi lain untuk melanjutkan pendidikan di kampus kebanggaan masyarakat Sulteng ini.

“Favorit pendaftar SNMPTN Untad Prodi Manajemen, Akuntansi, dan Kedokteran disusul PGSD,” tutur Darsikin.

Usai penutupan pendaftaran, akan dilakukan seleksi yang akan diumumkan pada 17 April 2018. Tahapan pendaftaran SNMPTN sendiri sudah dimulai sejak 13 Januari 2018, diawali pengisian dan verifikasi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS). Pengisian dan verifikasi PDSS dilakukan kepala sekolah atau orang yang ditugaskan melalui website https://pdss.snmptn.ac.id.

Di jalur SNMPTN, sekolah yang berakreditasi A dapat mendaftarkan 50 persen siswa terbaik di sekolahnya. Untuk sekolah berakerditasi B dapat mendaftarkan hingga 30 persen dan sekolah dengan akreditasi C bisa mendaftarkan 10 persen siswa terbaiknya. Sedangkan sekolah yang tidak berakreditasi A, B, maupun C, hanya dapat mendaftarkan 5 persen siswa terbaik di sekolah masing-masing.

“Jadi tahapan selanjutnya akan diseleksi, baru diumumkan kemudian akan dilakukan verifikasi,” tandas Darsikin.  


Editor: M Yusuf Bj