Sunday, 25 February, 2018 - 00:16

Sengketa Lahan Sawit Barubu, Warga dan Pihak Perusahaan Bersitegang

Bersenjata parang dan tombak, warga terlibat ketegangan dengan karyawan PT Unggul Widya Lestari di lokasi sengketa lahan.

Mamuju Utara, Metrosulawesi.com - Bersenjata parang panjang dan tombak, warga desa Godang, Kecamatan Bulutaba, Kabupaten Mamuju Utara  Provinsi Sulawesi Barat, terlibat ketegangan dengan ribuan karyawan dan oknum preman perusahan PT Unggul Widya Lestari. Di areal perkebunan kelapa sawit seluas 200 hektar di dusun Barubu desa bukit harapan Kecamatan Bulutaba.

Setelah beberapa bulan melakukan aksi pendudukan di lahan sengketa seluas 200 hektar di Dusun Barubu, warga dan karyawan yang diduga dikawal sejumlah preman perusahan terlibat ketegangan sabtu (15/10/2016). 

Warga terlihat mempersenjatai diri dengan parang panjang dan tombak begitu pula dengan ribuan karyawan yang diduga dikawal sejumlah oknum preman.
 
Ketegangan terjadi antara warga dan karyawan serta preman perusahan saat pihak PT Unggul Widya Lestari menggerakkan ribuan karyawan untuk  melakukan panen kelapa sawit di areal yang dipersengketakan warga dengan perusahan. Karena terdesak dengan kedatangan ribuan karyawan yang dikerahkan oleh perusahan, warga kemudian mundur dari lokasi perkebunan kelapa sawit yang selama ini dipersengketakan untuk menghindari bentrokan.

Sementara itu, Aswin yang mendampingi warga mengatakan kalau situasi dan kondisi di areal sengketa masih mencekam, untuk menghindari bentrokan warga memilih mundur.

“Situasi saat ini di lokasi masih mencekam, untuk menghindari bentrokan kami harus mundur tapi kami akan tetap mempertahankan hak masyarakat yang telah dikuasai oleh perusahan, karena saat ini karyawan dan oknum preman perusahan melakukan pengrusakan terhadap rumah warga hingga rata dengan tanah, sementara keinginan warga untuk bertahan tidak memungkinkan karena yang mengamuk diareal sengketa adalah oknum preman bayaran dari pihak perusahan PT. Unggul Widya Lestari,’’ tegas Aswin.

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.