Friday, 20 April, 2018 - 22:34

Sepekan, Bursa Rumah Murah REI Sulteng Bukukan Transaksi Rp23 Miliar

Bursa rumah murah REI Sulteng bersama 15 pengembang dalam sepekan mencatat transaksi Rp23 miliar. (Foto: Tahmil Burhanudin/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Real Estate Indonesia (REI) Sulawesi Tengah mampu membukukan nilai transaksi sebesar Rp23 miliar hanya dalam waktu sepekan lewat pameran Bursa Rumah Murah yang digelar di Mal Tatura Palu, sejak berlangsung pada 15 Maret dan akan berakhhir pada 24 Maret 2018 besok.

Ketua REI Sulawesi Tengah MMusyafir Muhaimin mengatakan, tingkat animo masyarakat untuk memiliki rumah di Sulawesi Tengah, khususnya Kota Palu sangat tinggi. Hal ini dibuktikan dengan nilai penjualan yang dicapai REI Sulteng pada iven bursa rumah tersebut. Hanya dalam kurun waktu 7 hari, mampu mencatatkan nilai penjualan sebesar Rp23 miliar dari seluruh penjualan developer yang terlibat di pameran itu.

“Animo masyarakat sangat tinggi untuk bisa mendapatkan rumah layak huni, sampai hari ketujuh transaksi sudah sampai Rp23 miliar atau sekitar 175 unit rumah terjual,” ujar Musyafir saat ditemui, Kamis 22 Maret 2018.

Pihaknya sendiri menargetkan bisa mencapai nilai transaksi sebesar Rp30 miliar selama iven itu berlangsung. Dia optimis target itu bisa tercapai hingga hari terakhir besok.

Sesuai temanya, di iven Bursa Rumah Murah tersebut para developer yang merupakan anggota REI Sulteng hanya memamerkan rumah bersubsidi saja, yang lebih terjangkau oleh masyarakat ekonomi menengah ke bawah.
Untuk memikat masyarakat agar mengunjungi Bursa Rumah Murah, REI Sulteng bekerja sama dengan sejumlah pihak, seperti Bank Tabungan Negara (BTN), pihak Ramayan, dan para developer pun menyediakan berbagai program berhadiah serta diskon pembelian rumah.

“Kita adakan bursa rumah murah bekerja sama BTN diikuti 25 pengembang anggota REI, pada umumnya jual subsidi atau dikenal dengan sebutan rumah tipe 36 yang dapat bantuan uang muka Rp4 juta dari Kementerian PU-Pera dengan bunga 5 persen. Bursa Rumah Murah itu kebanyakan pengembang memberikan diskon uang muka, diskon administrasi bank, dan pajak BPATB,” kata pemilik Perumahan Grand Kalukubula Residence itu.

Adanya Bursa Rumah Murah ini juga disambut baik oleh developer. Selain untuk mengenalkan perusahaan properti, para pengembang juga lebih mudah menjual rumah mereka melalui iven tersebut.

“Selama kegiatan sudah ada lima yang pasti akan membeli, dan banyak yang juga sudah tanya-tanya. Kegiatan ini cukup efektif, lumayan untuk memperkenalkan perumahan kita juga,” ujar Marketing Dream Land Property, Yanita Elisabeth.

“Kami menyediakan 60 unit tahap pembangunan di Baliase. Luas area 1,5 hektare tipe 36 atau subsidi. DP-nya Rp3 jutaan. Rumah yang kami tawarkan layak huni, kita memang buatnya seakan-akan itu adalah rumah yang kita buat untuk kita sendiri sesuai standar dari kementerian,” ujar marketing perusahaan perumahan yang berkantor di Perum Gading Estate blok A nomor 9, Desa Tinggede, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi itu.

REI Sulteng memang mendorong seluruh anggotanya agar membangun perumahaan sesuai anjuran dan peraturan pemerintah.

REI Sulteng sendiri berencana akan kembali menggelar iven serupa dalam waktu sekitar enam bulan kedepan. Hal i ni juga untuk mengurangi jumlah backlog di Sulawesi Tengah, serta untuk mendukung percepatan realisasi program Sejuta Rumah yang dicanangkan Presiden RI Joko Widodo.

“Peningkatan kualitas rumah juga kita terus lakukan. Tahun ini hingga Maret kita sudah membangun sekitar 1.000 unit, tersebar di kabupaten/kota, tahun ini kita target bangun 4.000 unit, baik subsidi maupun non subsidi,” ujar Ketua REI Sulteng.

 
Editor: Pataruddin