Saturday, 18 November, 2017 - 07:00

Sepekan Terakhir Harga Komoditi Normal

Desinanto Lebang. (Foto : Dok Metrosulawesi)

Khawatir, Harga Cabai Meroket Lagi

Palu, Metrosulawesi.com - Harga cabai beberapa hari terakhir di Kota Palu mulai normal. Di sejumlah pasar di Kota Palu harga rata-rata cabai rawit tertekan menjadi Rp 80 ribu per kilogram sepekan terakhir, bahkan menjadi Rp 60 ribu pada Rabu 29 Maret 2017, di Pasar Tradisional Modern Inpres Manonda. Harga sepekan sebelumnya mencapai Rp 100 ribu.

“Cabai rawit di Pasar Manonda hari ini (kemarin) Rp 60 ribu per kilo, sebelumnya Rp 80 ribu. Biasanya di Pasar Masomba harganya tidak jauh beda paling selisih sedikit saja,” ungkap Kepala Seksi Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan Kota Palu Desinanto Lebang, Rabu 29 Maret 2017.

Selain cabai rawit, harga cabai keriting juga mulai turun. Sepekan terakhir harga rata-rata cabai keriting di pasaran Rp 29 ribu yang sepekan sebelumnya Rp 30 ribu. Bahkan kemarin harganya di Pasar Manonda turun lagi menjadi Rp 25 ribu per kilogram.

Meski harga cabai mulai kembali normal sepekan terakhir, dia khawatir menjelang Ramadan mendatang akan kembali melonjak mengingat permintaan yang juga akan meningkat ketika Ramadan maupun menjelang hari raya.

“Cabai sudah mulai turun. Tapi saya khawatir akan naik lagi menjelang Ramadan karena biasanya kebutuhan makin tinggi,” ujarnya.

Dia mengakui tingginya harga cabai beberapa waktu terakhir disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya adanya spekulan yang memilih menjual cabai ke luar daerah dengan harga dan keuntungan yang lebih tinggi.

“Penyebabnya bisa karena musim yang berganti sehingga butuh proses agar produksi cabai kita bisa kembali normal. Tapi pengaruh adanya spekulan juga kemungkinan menyebabkan tingginya harga cabai kita,” katanya.

Selain harga cabai yang mulai kembali normal, harga kebutuhan pokok lainnya juga sepekan terakhir terbilang normal.

“Harga komoditas sepekan terakhir normal, yang naik turun harganya itu cabai,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi tingginya harga kebutuhan pokok menjelang Ramadan mendatang, dia menyebut Operasi Pasar masih akan menjadi program yang perlu dilakukan untuk menekan harga pada momen itu.

“Barang yang diawasi seperti beras dan sembilan bahan pokok lainnya kita lakukan Operasi Pasar atau Pasar Murah,” kata dia.
 
Stok Beras Aman

Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Sulawesi Tengah memastikan ketersediaan beras bisa memenuhi kebutuhan hingga sembilan bulan kedepan. Selain itu, untuk menekan harga jelang Ramadan Bulog juga akan menyediakan komoditi dengan harga terjangkau.

Menjelang Ramadan, harga sejumlah komoditi dikhawatirkan akan kembali melonjak. Namun pihak Bulog Sulawesi Tengah memastikan pihaknya akan melakukan program dan upaya agar dapat menekan harga pada sejumlah komoditi misalnya harga beras, gula dan minyak goreng.

“Kalau soal minyak goreng, nanti kita lihat stok yang ada, karena itu komoditi komersil, karena kemarin kita turun Pasar Murah cuma gula dengan beras,” ungkap Kepala Bidang Pengadaan dan OPP Bulog Sulawesi Tengah Bahar Haruna, Rabu 29 Maret 2017.

Untuk menekan harga jelang Ramadan pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah.

“Jadi nanti kita koordinasi dengan Perindag. Kalau memungkinkan nanti kita akan gelar Pasar Murah,” sebut Bahar.

Melalui pasar murah, pihaknya akan menyediakan komoditi dengan harga yang lebih terjangkau dari harga pasaran. Program tersebut bukan untuk menurunkan harga, namun untuk menekan tingginya harga di pasaran.

Sementara soal kebutuhan beras, dia memastikan stok di Perum Bulog masih aman.

“Kalau soal beras, itu bisa sampai sembilan bulan kedepan masih cukup,” tandasnya.


Editor : Udin Salim

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.