Tuesday, 30 May, 2017 - 19:22

Serapan Kosa Kata Bahasa Daerah Minim

Suasana kegiatan Diseminasi Program Pengayaan Kosa Kata Bahasa Indonesia yang berlangsung di Bapelkes Kota Palu, Senin 8 Mei 2017. (Foto : Ist)

Palu, Metrosulawesi.com - Serapan kosa kata dari bahasa daerah ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) hingga kini masih sangat minim. Padahal, Indonesia memiliki kurang lebih 700 bahasa daerah. Serapan kosa kata di Indonesia jauh tertinggal dibanding Inggris yang sudah mencapai 1 juta entri.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah Drs Adri M.Pd saat tampil sebagai pemateri dalam Diseminasi Program Pengayaan Kosa Kata Bahasa Indonesia di Bapelkes Kota Palu, Senin, 8 Mei 2017, mengatakan hingga edisi keempat Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), baru tercatat 91 ribu entri atau kosa kata. Jumlah tersebut berbanding jauh dibandingkan Inggris yang sudah mencapai 1 juta.

“Kita kalah jauh dengan Inggris, padahal kita punya kurang lebih 700 bahasa daerah di negara ini,’’ ujarnya.

Banyaknya bahasa daerah di Indonesia termasuk Sulawesi Tengah, lanjut Adri, adalah peluang untuk memperkaya bahasa Indonesia. Pengalamannya ketika bertugas di Sulawesi Selatan, dirinya banyak mengusulkan kosa kata dari bahasa Makassar diterima dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, diantaranyakata petepete dan gantolle.

Adri pun berharap nantinya ada kosa kata bahasa daerah di Sulawesi Tengah yang bisa diterima ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Ia meminta dukungan dari budayawan, akademisi maupun semua pihak untuk bisa memberikan kontribusi.

“Saya sangat harapkan dari budayawan dan semua pihak untuk memberikan kontribusi dan keaktifan dalam proses diseminasi ini. Saya yakin, banyak istilah pertanian, kuliner dari Sulawesi Tengah yang bisa diambil,’’ tambahnya.

Dalam kegiatan ini, para peserta juga dibekali tutorial penggunaan aplikasi Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring. Dalam aplikasi ini, pemilik akun tidak hanya dapat melakukan pencarian untuk kata tertentu, tapi bisa mengusulkan atau memasukkan entri baru.

Kegiatan ini tidak hanya diikuti akademisi. Namun budayawan, guru, juga jurnalis serta mahasiswa turut meramaikan acara ini.


Editor : M Yusuf BJ

Tags: 
Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.