Sunday, 17 December, 2017 - 16:09

Sidang Kasus Pembakaran Kantor Camat di Donggala, JPU Abaikan Keberatan PH

Sidang lanjutan kasus pembakaran Kantor Camat Sindue dan Kantor Camat Sindue Tobata Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Rabu (10/9/2014). (Foto : Jose Rizal)

Donggala, Metrosulteng.com -  Sidang lanjutan kasus pembakaran Kantor Camat Sindue dan Kantor Camat Sindue Tobata Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah hari ini di gelar di Pengadilan Negeri Donggala di Jalan Jati Baru, Donggala.

Agenda sidang yang di mulai pada pukul 11.51 wita  adalah jawaban Jaksa Penuntut Umum atas eksepsi (keberatan) yang dibacakan oleh Penasehat Hukum terdakwa pada tanggal 3 september 2014 yang lalu.

“Setelah kami mempelajari dan mencermati materi Eksepsi Penasehat Hukum terdakwa, kami Jaksa Penuntut Umum memberikan pendapat bahwa eksepsi yang di ajukan terdakwa tidaklah tepat,” kata Jaksa Penuntut Umum , Rabu, (10/9/2014).

Bahwa yang menjadi materi eksepsi dalam keberatan ini telah menyimpang dari ketentuan yang di atur dalam Pasal 156 KUHP jo Pasal 143 (2) KUHP.

Mencermati ketentuan Pasal 143 (2) KUHP, dikaitkan dengan materi keberatan Penasehat Hukum terdakwa, ternyata tidak satu kalimat pun yang di utarakan dan bisa menjelaskan bagian mana dari dakwaan Penuntut Umum yang tidak cermat.

Bahwa Penasehat Hukum terdakwa juga berpendapat bahwa terdakwa bingung dengan adegan yang akan dia lakukan yang sangat tidak di ketahui oleh para terdakwa.

Hal itu tidaklah benar, karena para terdakwa telah melakukan rangkaian rekonstruksi secara lengkap yang di lakukan pada tanggal 23 Juni 2014 yang lalu, dan terdakwa telah menandatangani Berita Acara Rekonstruksi.

“Untuk itu, kami berpendapat bahwa keberatan Penasehat Hukum ini harus dikesampingkan,” jelas JPU lagi.

Sidang lanjutkan akan di laksanakan pada hari Rabu, depan,  (17/9), dengan agenda, mendengarkan keterangan saksi.    

 

Editor : Bandi

 

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.