Sunday, 22 April, 2018 - 01:26

Sidang Kasus UU ITE di Touna: Saksi Sebut Kapolres Touna Minta Paket Proyek

Fadli Husain. (Foto : Ist)

Ampana, Metrosulawesi.com - Sidang kasus dugaan pelanggaran UU ITE dengan terdakwa pegiat antikorupsi Tojo Unauna Muhammad Aksa terus bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Poso.

Pada sidang yang ke 13 yang digelar Senin 27 November 2017 lalu dengan agenda sidang mengkonfrontir saksi pelapor Kapolres Tojo  Unauna AKBP Bagus Setiyono dan saksi meringankan terdakwa Ketua Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemda Touna Armansyah alias Amang tidak bisa dihadiri oleh Amang.

Namun hal itu tidak menjadi masalah. Sebab pada sidang Senin sebelumnya Amang telah memberi keterangan kepada mejalis hakim. Menurut PH terdakwa Fadli Husain bahwa, saksi yang telah memberi keterangan tidak perlu lagi dihadirkan kembali sebagai saksi sebagaimana diatur dalam KUHAP pasal 185 UU nomor 8 tahun 81 bahwa saksi yang memberikan keterangan dibawah sumpah adalah sah.

"Seharusnya agenda sidang senin kemarin itu adalah meminta keterangan saksi ahli bahasa, tapi jaksa penuntut umum meminta saksi Armansyah kembali dihadirkan untuk dikonfrontir dengan saksi pelapor kapolres Touna," kata PH Fadli Husain Selasa 28 November 2017.

Kata Fadli, dalam kesaksian Armansyah yang disampaikan dalam sidang sebelumnya dia mengaku bahwa, adalah betul bahwa Kapores Touna AKBP Bagus Setiyono memberikan dokumen perusahaan kepadanya selaku Ketua ULP  agar dapat mengerjakan proyek di Pemda Touna.

"Dalam keterangan saksi Armansyah  menyebutkan, dia didatangi utusan kapolres bernama Toni Lanta, kemudian oleh Toni Lanta minta Armansyah untuk bertemu kapolres. Saat itu Armansyah bertemu kapolres di ruang kerjanya yang memberikan sebanyak delapan dokumen perusahaan untuk dapat mengerjakan proyek di Pemda Touna, yang disertai tulisan tangan yang didalamnya tercantum nama paket proyek dan nominal anggarannya sekitar Rp20 miliar," ujar Fadli Husain.

Makanya, pada sidang Senin 27 November 2017 lalu Kapolres membantah bahwa tidak pernah ketemu Armansyah selaku ketua ULP dan tidak pernah menyerahkan dokumen dan tulisan tangan meminta proyek kepada Armansyah.

Seperti diketahui, pegiat anti korupsi di Sulteng Muhammad Aksa dilaporkan Kapolres Tojo Una-Una AKBP  Bagus Setiyono karena statusnya di facebooknya yang menulis "Akan melakukan investigasi kasus korupsi di Polres Touna”.


Editor : Syamsu Rizal