Sunday, 17 December, 2017 - 16:18

Sidang Mediasi Edmond Leonardo dan Partai NasDem Temui Jalan Buntu

Edmond Leonardo. (Foto : Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Sidang lanjutan gugatan anggota DPRD Sulawesi Tengah dari Partai Nasional Demokrat (NasDem), Edmond Leonardo terhadap DPW dan DPP NasDem, terkait pencopotan dirinya dari anggota partai sekaligus anggota DPRD, Selasa 19 Juli 2016 kemarin kembali digelar di Pengadilan Negeri Palu, dengan agenda sidang mediasi.

Namun, dalam sidang mediasi yang dipimpin ketua mejelis hakim mediator David, yang dihadiri masing-masing perwakilan pengacara dari penggugat dan tergugat yang berlangsung selama 15 menit tersebut, tidak menemukan kata sepakat.

Salah satu perwakilan pengacara dari DPW Partai NasDem Azriadi Bahri Malewa mengaku, mediasi yang diajukan penggugat tidak tercapai, karena pada prinsipnya DPW dan DPP NasDem tidak menginginkan adanya mediasi.

"NasDem pada prinsipnya konsisten dengan keputusan partai yang mencabut keanggotaan penggugat dalam hal ini Edmon dari NasDem, serta memproses penggantian antar waktu (PAW) Edmond dari anggota DPRD provinsi," kata Azriadi yang didampingi tim pengacara DPP NasDem Regi Naldo dan DPW NasDem Sulteng diantaranya Sulaeman, Amir Pakube, Abdurahman dan Agus Darwis, digedung PN Palu


Makanya, dalam sidang tersebut, hakim mediator yang diketuai hakim David tidak menemukan kesepakatan dalam mediasi. Mediator menyerahkan kembali perkara kepada mejelis hakim, agar secepatnya diputuskan dalam sidang lanjutan yang diagendakan Rabu pekan depan, dengan agenda pembacaan gugatan oleh penggugat Edmon.

"Dalam sidang lanjutan Rabu pekan depan, kami dari tim pengacara tergugat akan tetap melakukan eksepsi terhadap gugatan tersebut," kata Azriadi.

Sebab, putusan sela yang membatalkan gugatan  bukan kompentensi pengadilan negeri menyidangkan perkara tersebut.

Sebab, sambung Azriadi, kesimpulan partai sudah final tidak dapat diganggugugat.

"Ini ranah partai, harusnya tidak perlu lagi disidangkan di pengadilan negeri, tapi karena kami menghormati proses hukum makanya kami ikuti proses persidangan ini," urai Azriadi.

Secara terpisah, salah satu pengacara penggugat Erik Cahyono mengaku, meski mediasi menemukan jalan buntu. Namun, pihaknya akan terus menempuh jalur hukum untuk mendapatkan keadilan bagi kliennya tersebut. Olehnya, persidangan akan terus berjalan sampai dengan persidangan selanjutkan seperti yang diharapkan oleh Edmon.

Edmond mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Palu sejak 1 Juni 2016, setelah DPW dan DPP NasDem melayangkan surat pemberhentian Edmon dari anggota Partai NasDem, serta PAW sebagai anggota DPRD karena dianggap telah melakukan pelanggaran terhadap terhadap pasal 5 ayat 1 Anggaran Rumah Tangga Partai NasDem.

Beberapa pelanggaran itu diantaranya, tidak patuh dan tidak setia kepada garis perjuangan, serta putusan-putusan partai. Diantaranya adalah, tidak menjalankan perintah penugasan partai sebanyak tiga kali, dan tidak mengikuti sekolah legislatif yang manjadi kewajiban seluruh anggota legislatif dari Partai NasDem.

Edmond yang didampingi 7 pengacara itu menolak putusan Partai NasDem pada dirinya. Tim pengacara diwakili Erik Cahyono mengaku, apa yang menjadi dasar dalam bagian surat keputusan DPP NasDem adalah hal yang tidak jelas. Sebab, laporan tergugat II tentang hal tersebut tidak pernah dibaca oleh penggugat.

"Jika yang dimaksud penggugat tidak menjalankan tugas pada Pilkada Poso, adalah suatu hal yang tidak benar, sebab penggugat menjalankan tugas partai pada pilkada Poso tahun 2015," kata Erik.

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.

Berita Terkait