Friday, 20 April, 2018 - 20:23

Sigi Kerja Sama UGM Kembangkan Potensi Lokal

KERJA SAMA - Wakil Bupati Sigi, Paulina, menandatangani kerja sama pengembangan potensi daerah tertinggal dengan Universitas Gajah Mada (UGM) Jogjakarta, belum lama ini. (Foto: Humas Sigi)

Sigi, Metrosulawesi.com - Wakil Bupati Sigi, Paulina SE Msi, memaparkan potensi wilayah yang dapat dikembangkan di Kabupaten Sigi yang tidak dimiliki oleh daerah lain di Indonesia.

Beberapa aspek potensi di Kabupaten Sigi itu dipaparkan Wabup Sigi, Paulina, saat diundang menjadi pemateri diskusi publik optimalisasi dan revitalisasi daerah tertinggal melalui pengembangan potensi lokal di Universitas Gajah Mada (UGM) Jogjakarta, baru-baru ini.

Wabup Paulina, kepada wartawan, mengatakan, kegiatan ini bertujuan mengembangkan potensi daerah. Olehnya, berbagai aspek potensi yang akan dikembangkan di Sigi, kata dia, meliputi aspek kesehatan lingkungan, pertanian, kehutanan, perikanan, peternakan, dan sumber daya hayati.

“Jadi ada tida daerah yang kerja sama dengan UGM Jogjakarta dalam membahas permasalahan daerahnya masing-masing. Ketiga daerah itu, Kabupaten Sigi, Kabupaten Bondowoso, dan Kabupaten Sumba Barat Daya,” ungkapnya.

Wabup Paulina yang juga Ketua Partai Gerindra Sigi ini menambahkan, dalam upaya menuju pengentasan daerah tertinggal, tentu salah satu strategi bakal dilakukan adalah melalui pengembangan potensi lokal masing-masing. Potensi lokal daerah tertinggal antara lain sumber daya hayati seperti hutan, pertanian, perikanan, peternakan, dan lainnya. 

“Untuk wilayah Kabupaten Sigi sendiri, tentu memiliki aspek sumber daya hayati seperti itu,” terangnya.

Dia menjelaskan, lembaga-lembaga yang berperan aktif dalam kegiatan ini, diantaranya, Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (KPDT), dan Pusat Studi Agroekologi UGM Jogjakarta. 

“Sehingga ke depan yang diharapkan kegiatan ini terjalin kerja sama, dan pihak UGM Jogjakarta berkeinginan melakukan pendidikan dan pelatihan terhadap daerah tertinggal,” pungkasnya.  

 

Editor: Syamsu Rizal