Tuesday, 21 August, 2018 - 06:24

Sigi Prioritaskan Pendidikan Daerah Terpencil

Sigi, Metrosulawesi.com – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Sigi terus berupaya melakukan pemerataan penyaluran tenaga guru diseluruh sekolah, di wilayah Sigi dengan mengutamakan tenaga asli daerah.
 
Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi agar jangan terjadi kesenjangan kualitas pendidikan, dan terjadinya kekosongan tenaga guru di sekolah, karena bila yang diangkat bukan tenaga asli daerah  setelah terangkat minta pindah ke daerah asalnya.
 
"Masalah pendidikan di daerah tertinggal itu cukup luas. Selain masalah guru ya, hal lain juga terjadi seperti kesadaran orangtua akan pendidikan masih rendah, fasilitas jauh berbeda dengan di kota, namun kita terus berupaya agar kinerja dan profesionalitas tenaga pendidik yang di Sigi tetap terjaga,” kata H. Ahmad Labaso, Kadis Pendidikan Pemuda dan Olaharaga Sigi, Selasa (26/1/2016).

Selain itu, lanjut dia, masalah lain yang dihadapi, yakni pola pembelajaran anak yang masih konvensional. Sebab, guru hanya menerangkan secara ceramah, tanpa ada inovasi atau modifikasi dari sistem pembelajaran kepada siswa.

"Untuk itu kami mencoba mengubah sistem dan tata cara pembelajaran di sekolah-sekolah pedalaman, agar para siswa tidak kaku dalam menerima pelajaran," ujarnya.

Dia menutukan, untuk menghasilkan mutu pendidikan yang baik, para guru yang direkrut harus siap dikirim khusus ke daerah pedalaman. Hal ini juga dinilai sebagai tantangan lantaran sulit mencari guru yang mau dikirim ke sana, tapi banyak juga yang siap, karena terpanggil hatinya untuk menjadi pendidik.

"Inginnya dan mempriortaskan mencari guru dari daerah itu sendiri, agar mereka menjadi guru tetap di daerahnya, karena keluarganya tingal didaerah itu juga," tukasnya.


Editor : Subandi Arya