Tuesday, 21 February, 2017 - 15:40

Siranindi Cup II 2016 Digelar

Para peserta, panitia, dan wasit Siranindi Cup II 2016 saat mengikuti acara pembukaan. (Foto : M Yusuf BJ/ Metrosulawesi)

Gubernur: Ajang Pencarian Bibit Atlet

Palu, Metrosulawesi.com - Turnamen tenis terbuka Siranindi Cup II 2016 dimulai kemarin, Selasa, 13 Desember 2016. Turnamen yang digelar oleh Siranindi Tenis Club ini dibuka langsung oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola di Lapangan Tenis Taman Gor Palu.

Longki dalam sambutannya mengatakan tujuan pelaksanaan open turnamen ini yaitu sebagai ajang pencarian bibit-bibit atlet tenis di Sulawesi Tengah.

“Selain untuk silaturrahmi sesama atlet tenis se Sulawesi Tengah, turnamen ini sekaligus sebagai ajang pencarian bibit-bibit atlet tenis muda Sulawesi Tengah untuk bisa berkiprah di tingkat nasional maupun internasional,” kata Longki saat acara pembukaan Siranindi Cup II 2016.

“Maksud turnamen ini juga agar para atlet muda dan tua tetap aktif mengikuti turnamen tenis  di Sulawesi Tengah. Karena kalau tidak ada turnamen tenis, skil bermain tenis tidak akan terasah, paling Cuma habis teriak-teriak di lapangan. Tapi kalau ada turnamen seperti ini, ada yang memotivasi untuk kita sebagai atlet tenis untuk meningkatkan kemampuan, apalagi ada bonus yang akan diraih,” tambahnya.

Gubernur berharap kedepannya, turnamen tenis di Sulawesi Tengah dapat melahirkan atlet-atlet tenis berkualitas.

“Karena dari semua cabang olahraga, hanya PELTI (Persatuan Lawn Tenis Indonesia) yang agak lain aturannya jika ikut PON. Aturannya, usia atlet tenis yang mengikuti PON maksimal 21 tahun. Jadi, mencari bibit-bibit atlet tenis dibawah umur 21 tahun itu tidak gampang,” kata Gubernur.

Untuk mencapai itu, kata Gubernur Longki, pembinaan atlet tenis harus dimulai sejak usia dini.

“Kedepannya, melalui Ketua PELTI Sulawesi Tengah, jika ada musyawarah nasional PELTI tingkat pusat, terkait usia atlet tenis ikut PON itu harus dibicarakan. Apakah aturan itu efektif atau tidak?. Mungkin baiknya harus disesuaikan dengan usia emas atlet, yaitu 25-30 tahun,” ungkapnya.

Gubernur mengapresiasi panitia pelaksana dan penyelenggara menggabungkan atlet senior dan yunior dalam satu turnamen tenis.

“Baru pertandingan tenis ini yang menggabungkan atlet senior, yunior, dan atlet tenis wanita. Insyaallah dengan pola seperti ini, turnamen ini dapat menjaring bibit-bibit atlet tenis dan meningkatkan prestasi tenis Sulawesi Tengah,” katanya.

“Saya sarankan untuk kelas bebas kedepannya, diturunkan atlet tenis yang usianya produktif, sehingga mampu menjaring atlet-atlet tenis muda yang bisa berprestasi di tingkat nasional,” katanya.

Gubernur menambahkan agar club-club tenis di Sulawesi Tengah proaktif untuk mencari bibit-bibit atlet tenis muda.

“Semua club tenis di Sulawesi Tengah, mulai sekarang, mencari bibit atlet tenis yang muda belia, untuk dijadikan anggota clubnya, dibina, sekaligusbisa membawa nama club tenisnya di ajang-ajang tenis kedepan,” katanya.

“Tidak seperti sekarang, club tenis di Sulawesi Tengah, comot sana comot sini atlet untuk ikut turnamen tenis. Saya berharap club-club tenis ini bisa membina atlet tenis dari usia muda belia. Ini yang perlu dicermati setiap club tenis di Sulawesi Tengah,” katanya.

Turnamen Tenis Terbuka Siranindi Cup II 2016 diikuti oleh 15 club se Sulawesi Tengah. Turnamen yang digelar gelar selama enam hari ini, 13-18 Desember 2016 di sponsori oleh Konimex dan Sinar Mas.

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.

Bintang Delapan