Friday, 20 July, 2018 - 01:38

Sistem Zonasi Pengaruhi PPDB SMP, Kepsek Diminta Buat Program Menarik

Ansyar Sutiadi. (Foto: Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Menanggapi kurangnya siswa mendaftar di sejumlah SMP Negeri di Kota Palu,  Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu Ansyar Sutiadi mengungkapkan, bahwa itu fakta penerapan sistem zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini. 

“Ada memang sekolah-sekolah yang beririsan langsung sekolahnya dengan sekolah lainnya, misalnya SMPN 1 Palu, SMPN 4 Palu dan SMPN 14 Palu, ini dalam satu zona, sehingga memang siswanya tidak cukup, begitupun SMPN 15 Palu. Solusinya, tidak ada, karena semua siswa sudah tertampung di sekolah sekarang,” jelas Ansyar di ruang kerjanya, Senin, 9 Juli 2018.

“Mau dicari dimana siswa, saat ini sejumlah anak-anak sudah di sekolah masing-masing,” ungkap Ansyar. 

Namun Ansyar mengatakan, kedepan sistem zonasi ini akan dibuat kajian kembali terkait penempatan zona, kemudian Disdikbud akan berusaha mengkaji dengan membuat daya tarik  sekolah.

“Karena ada sekolah yang beririsan seperti SMPN 5 dan SMPN 2, di bagian Tatura, masyarakat lebih memilih SMPN 2, padahal jika kita bisa menarik ke SMPN 5 lebih dekat,” ujarnya. 

Ansyar mengaku telah menerima pesan dari Wali Kota Palu belum lama ini, dengan menyampaikan kepada kepala sekolah yang masih kecil minatnya pendaftar atau masyarakat masuk di sekolahnya, agar membuat program yang dapat menarik perhatian masyarakat. 

“Saya menyatakan kepada Pak Wali Kota, SMPN 5 Palu sudah mulai tertarik masyarakat masuk di sekolahnya, karena kepseknya telah membuat kegiatan yang dapat menarik perhatian warga,” katanya. 

Kata Ansyar, Pak Wali Kota meminta para kepsek membuat program yang dibutuhkan, untuk menarik perhatian masyarakat, agar dapat masuk di sekolahnya. 

“Misalnya program keunggulan di bidang Seni, Olahraga, Pendidikan, untuk menciptakan itu apa kebutuhan sekolah tersebut, jika ada yang dibutuhkan kepsek, agar dilaporkan ke pak Wali Kota melalui saya, baru kami fasilitasi,” ujarnya. 

Ansyar mengatakan sistem zonasi PPDB tahun ini lebih baik dari tahun lalu, karena kepala sekolah betul-betul menjaga zonanya, seperti di SMPN 1 Palu hingga tahap akhir masih kekurangan siswa, sehingga Disdikbud tinggal menambah, karena SMPN 1 hanya menerima sesuai zona dan itu semakin kelihatan. 

“Tetapi ada memang sekolah yang berlebihan, seperti SMPN 13, SMPN 2, dan SMPN 3, maka kami coba atur, agar sekolah lain dapat terbagi,” ujarnya. 

Ansyar mengaku, akan ada Kelurahan yang ditata kembali zonanya, maka untuk sementara bagi sekolah yang kekurangan siswa dibiarkan saja dulu, karena memang seperti itu. 

“Mau dicari dimana anak-anak, sudah di sekolah semua ini anak-anak, inilah gambaran zona,” imbuhnya. 

Sementara Disdikbud Kota Palu mencatat jumlah lulusan peserta didik SD/MI sebanyak 6.847 orang, total daya tampung siswa baru yang tersedia di 22 SMP Negeri di Kota Palu adalah 4.960 orang. Dari jumlah tersebut, masih ada sisa daya tampung yang belum terpenuhi sebanyak 713 siswa dari 14 sekolah. Jumlah kekurangan siswa baru terbanyak dialami oleh SMPN 15 yakni 161 orang dari daya tampung 352 orang, diikuti SMPN 14 sebanyak 160 orang dari daya tampung 320 orang.

Kemudian sekolah lainnya yang mengalami kekurangan siswa baru, yakni SMPN 4 (kekurangan 28 orang dari daya tampung 352 orang), SMPN 5 (kurang 7 orang dari daya tampung 192 orang), SMPN 6 (kurang 92 orang dari daya tampung 288 orang), SMPN 7 (kurang 22 orang dari daya tampung 224 orang), dan SMPN 10 (kurang 24 orang dari daya tampung 256 orang).

Selain itu, SMPN 11 (kurang 27 orang dari daya tampung 128 orang), SMPN 17 (kurang 4 orang dari daya tampung 192 orang), SMPN 19 (kurang 46 orang dari daya tampung 160 orang) di SMPN 20 (kurang 19 dari daya tampung 192 orang), dan SMPN 21 (kurang 94 dari daya tampung 160 orang).  

 

Editor: Udin Salim