Sunday, 22 July, 2018 - 03:35

Siswa Diliburkan, Semua Biaya Ditanggung Sekolah

Kegiatan belajar mengajar di SDIT Al Fahmi untuk sementara diliburkan pasca musibah keracunan makanan yang dialami oleh siswanya. (Foto : Eddy/ Metrosulawesi)

Komite: Jangan Ada yang Ditutupi

Palu, Metrosulawesi.com - Kepala SDIT Al Fahmi, Rahmawati Ottoluwa, mengatakan, pihaknya memohon maaf atas musibah tersebut.

"Kami dari pihak sekolah memohon maaf sebesar-besarnya atas kejadian hari ini, kemarin,red). Semogga Allah SWT memberikan kesembuhan dan kesehatan kepada seluruh anak-anak, guru dengan staf yang sakit," katanya, Senin malam seperti dikutip Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sulteng, Sofyan Farid Lembah kepada Metrosulawesi, Senin malam.

Rahmawati mengatakan, dari Dinas Kesehatan Kota Palu, Balai POM dan kepolisian sedang menyelidiki penyebabnya.

Untuk sementara katanya, kegiatan belajar mengajar di SDIT Al Fahmi diliburkan.

"Untuk sementara, Selasa dan Rabu tanggal 5 dan 6 Desember sekolah diliburkan untuk pemulihan anak-anak dulu," katanya.

terkait dengan biaya perawatan anak-anak di rumah sakit, Ramawati mengatakan, akan ditanggung sepenuhnya oleh pihak sekolah.

Sementara itu, Komite SDIT Al-Fahmi, meminta agar pihak sekolah membuka ruang kepada pihak terkait, untuk menginvestigasi, terkait dugaan keracunan  yang dialami ratusan Siswa SDIT Al-Fahmi, Senin 4 Desember 2017.

Ketua Komite SDIT Al-Fahmi, Muh Rizal SHI MHI, mengatakan, kasus dugaan keracunan, merupakan musibah yang siapa saja pasti tidak menginginkan terjadi.

"Kami(Komite) berada di pihak orangtua. Mendengar informasi, kami langsung datang dan berkomunikasi dengan pihak sekolah. Kami meminta, agar sekolah terbuka memberikan informasi dan akses bagi pihak yang berkompeten, untuk melakukan investigasi," kata Rizal, dalam rilisnya, Senin 4 Desember 2017.

Dalam komunikasi dengan pihak sekolah, katanya, kepala SDIT Al-Fahmi, mengaku sudah meminta kepada semua guru, untuk mendampingi siswa yang masuk rumah sakit.

"Musibah ini tidak hanya menimpa siswa, juga anak pengurus yayasan, anak saya dan pengurus komite yang lain," katanya.

Di sisi lain, Komite sekolah menghargai respons cepat sekolah menangani musibah ini, dan akan melakukan langkah lebih lanjut setelah menerima hasil pemeriksaan sample makanan dan muntah yang dilakukan Dinas Kesehatan Kota Palu.

Terkait musibah yang terjadi, komite berharap, agar dibuat SOP pengelolaan katering dan meningkatkan sanitasi serta higienitas pengelolaan katering serta memberikan pelatikan bagi para pengelolanya.

“Hal ini, bukan sesuatu yang sulit dilakukan, karena selama ini, komite sekolah merasa pihak sekolah sangat responsif dengan usulan dan masukan dari wali murid dan komite sekolah sebagai perwakilan orangtua,” kata Rizal.

Kepada pihak yan berwenang, dia juga diminta untuk terbuka menyampaikan hasil investigasi, termasuk kepada media. Publikasi media yang berimbang, sangat dibutuhkan dalam rangka memberikan informasi kepada publik dan orangtua.

Selain itu, hasil investigasi dan respons publik, akan menjadi masukan dan bahan evaluasi bagi pihak sekolah dan komite.

Dari hasil survey yang dilakukan pihak komite katanya, hampir semua rumah sakit menjadi rujukan para orangtua membawa anaknya. Diketahui pula, ada anak yang mendapatkan perawatan intensif (ICU), karena sudah terlalu lemas.

"Salah satu yang dirawat di ICU, anaknya Bendahara sekolah, Ibu Diana. Pihak sekolah juga akan meliburkan siswa, dan melakukan pembersihan di areal dapur," demikian Rizal.

Ia menambahkan, pihak sekolah sudah menjalankan standar operasional yang seharusnya untuk penyediaan makanan bagi siswa.

“Tadi saya ketemu UKS terkait OPS-nya itu makanan diperiksa, dan tadi itu diperiksa makanannya, makanya kita tadi meminta Balai POM untuk memeriksa, dan sample muntah dan makanan saya sendiri yang berikan ke POM, kepolisian dan dikjar juga sudah turun,” ujarnya.

Selain itu, menurutnya, Kepala Sekolah SD IT Al Fahmi juga meminta agar sekolah diliburkan dan disterilkan usai kejadian tersebut untuk dilakukan investigasi lanjut.

“Dan saya menyarankan sekolah itu bisa melibatkan pihak dinas kesehatan. Sekolah selevel Al Fami, hal seperti  ini adalah kesalahan luar biasa,” katanya.

Dua orang anak Ketua Komite SD IT Al Fahmi juga menjadi korban keracunan usai memakan nasi goreng yang diberikan oleh pihak sekolah.


Editor : Udin Salim