Monday, 1 May, 2017 - 04:59

Error message

  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).

Siswa GKS 1000 AHB Mulai Sekolah

Siswa GKS 1000 AHB saat mengikuti proses belajar mengajar di SMKN 2 Palu, Selasa, 14 Maret 2017. (Foto : Moh Fadel/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Puluhan program Gerakan Kembali Sekolah (GKS) 1000 Anak Harapan Bangsa (AHB) di SMK Negeri 2 Palu mulai mengikuti proses belajar.

Salah satu siswa GKS 1000 AHB Krisianto mengatakan dirinya sangat senang karena bisa kembali belajar di sekolah tanpa pungutan biaya sedikit pun.

“Kami di sekolah diberikan fasilitas yang cukup lengkap, mulai dari seragam sekolah, biaya makan, transportasi dan semua kelengkapan ditanggung oleh pemerintah, sehingga kami sangat berterima kasih kepada pemerintah telah menerima kami kembali untuk masuk ke sekolah,” katanya di Palu, Selasa, 14 Maret 2017.

Siswa lainnya, Siti Hijrah mengatakan dirinya lima bulan tidak sekolah karena kendala biaya. Namun seorang guru SMKN 2 Palu memberikan informasi terkait program GKS 1000 AHB.

“Karena saya dari Kabupaten Parigi Moutong, saya di Kota Palu tidak mempunyai keluarga, sehingga saya tinggal bersama dengan guru tersebut, yang telah memasukkan saya di SMKN 2 Palu ini,” ungkapnya.

Siti mengaku sangat senang karena pemerintah dapat membantu sejumlah siswa putus sekolah.

“Saya berharap agar pemerintah dapat mempertahankan program GKS 1000 AHB ini. Jika ingin menyekolahkan kembali para anak yang putus sekolah, harus serius, jangan sampai ketika kita sudah masuk sekolah, apa yang dijanjikan pemerintah tidak sesuai, itu pasti akan berdampak kepada semua siswa yang telah kembali ke sekolah,” katanya.

Siti mengatakan pihaknya sangat berterimakasih dan sangat bersyukur, karena semua biaya di tanggung oleh pemerintah atau gratis.

Sementara itu Aditia mengatakan semua para siswa GKS 1000 AHB di SMKN 2 Palu diberikan pilihan jurusan, yaitu Multimedia, Pertelevisian dan Perjalanan Wisata.

“Namun yang sekolah saat ini masih para siswa di Jurusan Multimedia,” ungkapnya.
 

Editor : M Yusuf BJ

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.