Wednesday, 23 August, 2017 - 08:42

Siswa MAN Majene Lulus 100 Persen

BERI PENGHARGAAN - Pemberian penghargaan kepada siswa yang berprestasi. (Foto : Ist)

Majene, Metrosulawesi.com - Visi dan misi Madrasah Aliah Negeri Majene harus mampu diwujudkan dalam menata madrasah ini lebih baik. Apalagi Majene merupakan dinasti kota pendidikan di Provinsi Sulawesi Barat, disini ada Universitas Sulawesi Barat dan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri yang tentu akan menjadi pilihan bagi generasi Sulawesi Barat dalam melanjutkan pendidikan setelah tamat dari MAN/SMA/SMU.  Kakanwil Kemenag Sulbar H. Muhdin mengungkapkan hal itu di hadapan para tenaga pendidik, Kepala MAN Majene, ketua komite, kasi penmad kankemenag Majene, para pemerhati pendidikan dan para undangan serta para siswa/siswi MAN Majene yang baru saja dinyatakan lulus 100 persen, di aula MAN Majene

Pada kesempatan tersebut, ia memberikan resep 3 kunci sukses dalam mengelolah pendidikan yang berbasis madrasah, yaitu, pertama, manajemen.

"Manajemen madrasah sangat di butuhkan, karena seorang kepala madrasah harus mampu melakukan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian, sehingga madrasah akan tumbuh berkembang sesuai kemajuan dan tuntutan zaman," urai mantan Kakankemenag Mamasa ini.

Seorang kepala madrasah harus mampu merencanakan proses belajar mengajar sesuai kurikulum yang berlaku, harus mampu menata madrasah sebagai rumah masa depan generasi kita, harus memahami rencana belajar dan belanja sekolah dan lain sebagainya.

Yang kedua, peran serta guru dalam mewujudkan manajemen berbasis madrasah sangat besar pengaruhnya.

"Alhamdulillah anak didik kita tahun ini dinyatakan lulus 100 %, itu artinya guru-guru kita sukses, olehnya itu saya sampaikan apresiasi dan selamat atas keberhasilan ini " spontan mendapat tepuk tangan dari semua yang hadir. Keberhasilan guru dapat di lihat dari RPPN nya, sehingga ketika seorang siswa ditanya, apa yang di pelajari dapat di fahami dan dilaksanakan. Sambil memberikan contoh, misalnya pelajaran fiqhi tentang tata cara shalat, maka siswa ini harus mampu memperaktekkan mulai dari wudhu sampai shalat, jika siswa itu tidak tahu, maka gurunya ini dianggap gagal dan tidak mengajar secara profesional," ungkap kakanwil yang sangat faham masalah pendidikan dan pernah menjabat kasi madrasah di Depag Polman.

Yang ketiga adalah peran komite dalam mengawal keberlangsungan pendidikan sesuai undang-undang dan ketentuan yang berlaku.

"Bahwa, peran komite ini di harapkan dapat memberikan informasi kepada masyarakat terkait keunggulan- keunggulan madrasah, bahkan seorang komite dapat memberikan pendapat, masukan diminta atau tidak, olehnya itu, saya selaku kakanwil menyampaikan terimakasih kepada ketua komite atas perhatiannya dalam memajukan man majene sebagai madrasah yang unggul, memiliki kepribadian iman, ilmu dan amal," kata H. Muhdin yang mendapat tepukan hangat dari semua yang hadir.

"Saya kira kalau ketiga hal diatas dapat dijalankan, insyaAllah Madrasah ini akan menjadil idola dan pilihan utama bagi generasi kita dan orangtua tidak perlu meragukan bila anaknya sekolah di MAN Majene ini."

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.