Sunday, 27 May, 2018 - 01:38

Siswa SMA AL-Azhar Wakili Indonesia ke ISEF di Amerika

FOTO BERSAMA - Gubernur H Longki Djanggola foto bersama Nabila Triana dan Herditha Asya Putri didampingi didampingi Kepala SMA Al-Azhar Mandiri Palu, Abd Basit Arsyad dan pembimbing usai berpamitan di Ruang Kerja Gubernur Sulteng, Selasa, 24 April 2018. (Foto: Michael Simanjuntak/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Dua siswa SMA Al-Azhar Mandiri Palu, Nabila Triana dan Herditha Asya Putri berpamitan ke Gubernur Sulteng H Longki Djanggola. Gubernur Longki menerima dua siswa SMA Al-Azhar di Ruang Kerjanya pada Selasa, 24 April 2018.

Nabila dan Herditha yang didampingi Kepala SMA Al-Azhar Mandiri Palu, Abd Basit Arsyad berpamitan karena akan berangkat berlaga di ajang The Intel International Science and Engineering Fair (ISEF) di Kota Pittsburgh, Pensylvania Amerika Serikat pada awal Mei mendatang.

Berdasarkan penuturan Abd Basit, dua siswanya mendapatkan tiket pada ajang Intel ISEF, setelah karya ilmiah mereka lolos sebagai pemenang Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) di Jakarta yang diselenggarakan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

“Perlu kami sampaikan kepada pak gubernur, dua siswa kami berangkat ke Amerika sekaligus menjadi perwakilan Indonesia Timur,” ujar Basit.

Dia menuturkan, Nabila dan Herditha akan berangkat pada 6 Mei mendatang didampingi guru pembimbing yang akan menyusul pada 10 Mei. Basit berharap siswanya bisa melakukan yang terbaik agar mengharumkan nama bangsa, khususnya daerah Sulawesi Tengah.

“Siapa tahu mereka bisa masuk nominasi tentu akan membawa nama harum bangsa dan daerah. Saya ucapkan terima kasih kepada bapak gubernur dan ibu yang telah banyak membantu kami,” tutur Basit.

Sementara Gubernur Longki dalam kesempatannya menyampaikan apresiasi kepada Nabila dan Herditha. Gubernur juga mengapresiasi SMA Al-Azhar Mandiri Palu yang telah banyak menorehkan prestasi mengharumkan nama daerah.

“Selamat yah, semoga adik-adik sukses dan membawa nama harum bangsa dan negara. Kalau bangsa dan negara sudah harum, otomatis daerah juga harum,” ucap gubernur.

Nabila saat ditemui mengaku sudah siap berlaga dengan perwakilan berbagai belahan dunia diajang Intel ISEF. Dia menjelaskan, penilitian yang akan dipaparkannya nanti yakni tanda berbiak burung maleo dilihat dari warna bulu dada. Penelitian itu dilakukannya bersama Herditha dalam kurun waktu satu setengah tahun di Tanam Nasional Lore Lindu.

“Penelitian kami sekaligus menjadi pembaharuan bahwa warna didada burung maleo bukan menunjukkan jenis kelamin, melainkan tanda berbiak. Penelitian terdahulu mengungkapkan bahwa untuk membedakan kelamin maleo dilihat dari warna bulu dada. Tapi setelah kami melakukan penilitian, warna bulu dada maleo menunjukkan tanda berbiak. Jadi kalau bulu dada maleo bewarna kemerahan itu tandanya memasuki masa populasi,” jelas Nabila.


Editor: Udin Salim