Friday, 20 July, 2018 - 01:29

Siwalenta, Pantai Pasir Putih yang Kini Jorok

JOROK - Sampah di lokasi wisata Pantai Siwalenta, Minggu 1 Juli 2018. Dibutuhkan kesadaran pengunjung agar menjaga kebersihan pantai yang indah itu. (Foto: Eddy/ Metrosulawesi)

Donggala, Metrosulawesi.com - Pantai Siwalenta Salapene berpasir putih yang dulunya bersih, kini terlihat jorok. Banyak sampah yang menumpuk dan berserakan. Pantai ini terletak di pesisir barat Kabupaten Donggala, tepatnya di Desa Lende Ntovea, Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala, sekitar 95 kilometer di arah utara Kota Palu.

Pantai itu menjadi ramai dikunjungi. Di pantai itu, kita bisa menyaksikan gugusan bebatuan dan karang yang memanjakan mata. Tak heran jika pantai itu menjadi tujuan wisata favorit warga sekitar maupun yang dari Kota Palu.

Banyak pengunjung yang datang untuk berkemah. Sambil menikmati indahnya suasana malam di pinggir pantai. Bila akhir pekan tiba, ratusan tenda berdiri di sepanjang bibir pantai tersebut. Pantai itu ditumbuhi pepohonan rindang.

Namun, dikarenakan banyaknya pengunjung yang datang berwisata maupun berkemah, keindahan dan kebersihan pantai itu justru tidak lagi terjaga dan kelihatan jorok.

Saya mengunjungi pantai itu, Minggu 1 Juli 2018. Tampak sampah yang menumpuk dan berserakan. Sangat berbeda saat saya ke lokasi ini, Maret 2016 lalu. Saat itu, di pantai ini hanya terlihat sampah ranting dan daun kering dari pohon yang memang tumbuh di pinggir pantai. Walau dulunya pantai ini juga dijadikan tempat favorit warga sekitar untuk berwisata.

Kini pasir putih yang indah itu terlihat jorok. Beberapa titik banyak sampah yang menumpuk. Belum lagi sampah yang berserakan di pasir putih seperti sampah bekas dari bungkusan makanan dan minuman.

Berbagai sampah itu seperti kertas bungkusan nasi, makanan sisa, bekas popok bayi dan pembalut wanita. Belum lagi plastik bungkus mie instan, gelas dan botol air mineral, puntung dan bungkus rokok, kantongan plastik serta berbagai macam jenis sampah lainnya.

Warga sekitar ataupun yang sekadar datang berwisata terlihat tak acuh dengan kondisi tersebut. Hanya terlihat beberapa orang yang sedang memungut sampah yang ada di sekitar tenda mereka. Mereka memasukkan ke dalam kantong sampah yang sudah mereka siapkan sendiri.

“Ini kesadaran dari kami sendiri, untuk mengumpulkan sampah yang kami hasilkan dan untuk kami bawa kembali ke luar lokasi pantai, karena di sini, kami tidak melihat tempat penampungan sampah,” ungkap Ikhie, salah satu pengunjung dari Kota Palu yang datang untung berkemah bersama teman-temanya.

Sementara itu dari beberapa pengunjung,  justru menyalahkan pengelola. Menurutnya tidak disiapkanya tempat penampungan sampah. Ada juga yang menganggap sampah tersebut merupakan tanggung jawab pengelola tempat wisata, karena para pengunjung merasa sudah dimintakan uang parkir kendaraan untuk masuk ke lokasi wisata.

“Kami kan sudah bayar uang masuk, jadi kan sampah ini tanggungjawab pengelola,” ungkap seorang pengunjung.

Sementara itu dari warga sekitar yang menarik tarif untuk masuk ke lokasi wisata tersebut, enggan memberikan jawaban.

Masyarakat sekitar maupun yang datang perlu menjaga kebersihan dan secara bersama-sama menjaga agar Pantai Siwalenta tetap menjadi tempat bermain yang nyaman untuk warga yang datang. Dengan butiran pasir putihnya yang nyaris tanpa kerikil, Pantai Siwalenta tempat bermain, berlari yang paling nyaman di hari libur. Mari jaga kebersihan pantai ini, dengan budayakan untuk tidak membuang sampah sembarangan serta budaya membawa kembali sampah yang kita hasilkan sendiri.


Editor: Syamsu Rizal