Tuesday, 17 January, 2017 - 05:57

SMAN 4 Palu Rumahkan Guru Honorer, Pelajaran Matematika Kosong

Kepala SMAN 4 Palu, Syam Zaini, S.Pd, M.Si. (Foto : Moh Fadel/ Metrosulawesi)

“Saat ini beberapa kelas tidak melaksanakan proses belajar di SMAN 4. Tiga orang guru matematika yang menagani tiga kelas sudah tidak masuk lagi dan guru penjas dua orang juga seperti itu, serta guru seni dan budaya tidak menggajar lagi. Ini tentunya sangat berdampak ke siswa” - Syam Zaini, Kepala SMA 4 Palu -

Sekolah Tak Mau Dituduh Pungli

Palu, Metrosulawesi.com - Surat edaran walikota Palu untuk tidak melakukan pungutan di sekolah dalam bentuk apapun mulai memakan korban. SMA Negeri 4 Palu terpaksa memberhentikan sejumlah guru dan tenaga honorer, karena tak punya dana untuk membayar gaji mereka.

Kepala SMA 4 Palu, Syam Zaini, S.Pd, M.Si mengatakan pihaknya merumahkan tenaga guru honorer baik staf tata usaha, guru, dan tenaga security sejak dikeluarkan surat edaran oleh pemerintah Kota Palu, melalui Dinas Pendidikan Kota Palu, sehingga pihak sekolah memutuskan untuk merumahkan tenaga honorer.

“Untuk guru honorer yang dirumahkan sebanyak delapan orang di antaranya: tiga guru matematika, dua guru Pendidikan Jasmani (Penjas) dan tiga guru seni. Kami tidak mengetahui sampai kapan mereka dirumahkan. Ini tergantung  kebijakan dari pihak pemerintah Kota Palu, maupun pemerintah Provinsi Sulteng,” katanya, Kamis 5 Januari 2017.

Pihaknya berharap kepada pihak pemerintah, menyiapkan guru-guru yang sangat dibutuhkan di SMAN 4 Palu, karena tanpa guru proses belajar mengajar tidak akan berjalan dengan lancar.  “Karena selama ini untuk membayar gaji honor mereka, diambil dari iuran komite, sementara pungutan uang komite tidak diperbolehkan lagi, sehingga kami sementara rumahkan semua tenaga honorer di SMA Negeri 4 Palu,” kata Syamzaini.

Syamzaini mengungkapkan saat ini para siswa tidak belajar dengan aktif, dikarenakan kurangnya guru matematika dan guru-guru lainnya. Beberapa kelas akan mengalami kekosongan proses belajar mengajar.

“Sejumlah guru honorer maupun staf tata usaha di SMAN 4 Palu, telah mengajukan surat permintaan, dan pihak sekolah juga ikut membantu untuk menyampaikan ke Dinas Pendidikan Kota Palu dan Disdikbud Provinsi Sulteng, dengan tembusan ke BKD Kota maupun tembusan Ombudsman, untuk dipikirkan nasib penggajian mereka,” ungkapnya.

Syamzaini berharap agar ada perhatian untuk honorer yang saat ini dirumahkan. Pengambil kebijakan juga harus melihat kekurangan yang ada di sekolah, ketika sejumlah sekolah sudah melaksanakan kebijakan tersebut.

“Saat ini beberapa kelas tidak melaksanakan proses belajar di SMAN 4, tiga orang guru matematika yang menagani tiga kelas sudah tidak masuk lagi dan guru penjas dua orang juga seperti itu, serta guru seni dan budaya tidak menggajar lagi. Ini tentunya sangat berdampak ke siswa,” katanya.

Menurutnya untuk mata pelajaran matematika dalam satu kelas, itu paling banyak  jam belajarnya, dalam satu minggu sampai enam hingga tujuh jam, berarti dalam satu minggu pelajaran matematika tidak masuk sampai enam jam dalam seminggu, maka seminggu sudah pasti ada kekosongan di sejumlah kelas, karena tidak belajar.

“Untuk dampak ke siswa pasti sudah jelas, karena jika siswa tidak belajar tentu dampak akan sangat terpengaruh bagi siswa tersebut. Dan juga termasuk kami mengadakan les dan apapun, kami tidak berani lagi. Sehingga kami menyarankan orangtua siswa dan siswa yang bersangkutan, untuk mencari tenaga-tenaga les dari luar. Karena ketika kami nanti lakukan lagi les dan lainnya dianggap pungli, sehingga kami tidak berani melanggar aturan tersebut,” ungkapnya.

Syamzaini mengatakan untuk di sekolah lainnya tentunya aturan ini berlaku untuk semua sekolah di Kota Palu.

“Sehingga saya mempertanyakan jika ada sekolah yang tidak merumahkan gurunya dan kemudian mampu membayar honor, saya pribadi akan belajar pada sekolah tersebut, dan akan melaksanakan studi banding kepada sekolah tersebut,” katanya.


Editor : Udin Salim

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.

Bintang Delapan