Tuesday, 25 September, 2018 - 05:08

SMKN 2 Palu Pastikan PPDB Bebas Pungli

Kasman. (Foto: Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Palu, Kasman menegaskan pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di sekolahnya, dipastikan bebas dari pungutan liar (pungli).

“Tetapi kami akan memberikan surat pernyataan untuk orang tua, bahwa di SMKN 2 Palu memiliki pungutan atau sumbangan berdasarkan Peraturan Gubernur Nomor 10 tahun 2017, dengan mencantumkan beberapa pilihan. Yang jelas, dalam Pergub Nomor 10 tersebut, pungutan maksimal sebesar  Rp 141 ribu,” jelas Kasman belum lama ini.
 
Namun kata Kasman, ada beberapa pilihan orang tua siswa jika ingin membayar dana tersebut,  mulai dari Rp141 ribu, Rp130 ribu, Rp125 ribu.

“Untuk orang tua siswa yang tidak mampu membayar, kami juga tidak memaksakan, sebab ini sifatnya hanya sumbangan,” tegasnya.

“Itupun kami dari pihak sekolah belum menerima uang tersebut hingga saat ini. Adapun orang tua siswa yang mau membayar disilahkan, bagi yang tidak mampu, tidak dipaksakan,” ujarnya.

Kata Kasman, mengenai pembayaran sumbangan sesuai Pergub, tidak perlu diadakan rapat untuk melaksanakannya. Sebab, jumlah sumbangan berdasarkan pilihan orang tua siswa sendiri, bukan ditentukan oleh pihak sekolah, selain itu tidak ada unsur paksaan.

“Rapat bersama orang tua dilaksanakan, jika sekolah mengadakan sumbangan untuk menentukan berapa kemampuan orang tua siswa terhadap sumbangan itu, dana itupun dikelolah oleh Komite,” katanya.

Kasman kembali menegaskan, pengambilan ijazah di SMKN 2 Palu juga tidak ada pungutan liar. Siswa hanya diminta membayar beberapa pemabayaran yang belum dibayarnya, agar diusahan dibayar. Jika tidak bisa membayar, juga tidak masalah.

Begitupun kata Kasman, dengan pengambilan Surat Kelulusan Siswa (SKL).

“Kalau ada siswa yang mau membayar, pihak sekolah menerimanya. Namun jika tidak membayar, juga tidak akan dipersoalkan, siswa tetap bisa mendapatkan surat keterangan kelulusan tersebut,” katanya.

Kasman mengimbau, seluruh orang tua siswa SMKN 2 Palu jika ada mendengar kabar mengenai Pungli, silahkan langsung menghadap dengan dirinya untuk memastikan informasi yang sebenarnya.

“Jangan mendengar dan mempercayai informasi-informasi yang keliru,” jelasnya.

“Untuk pengambilan SKL, kami selalu mengimbau anak tersebut mempunyai kewajiban. Kalau mampu bayar, silahkan dibayar, kalau tidak mampu juga tidak apa-apa. Begitupun Ijazah, kalau punya kemampuan silahkan bayar, kalau tidak punya kemampuan, kita bebaskan. Sudah banyak yang kita bebaskan,” jelasnya.


Editor: M Yusuf Bj