Friday, 17 August, 2018 - 17:23

SMP Vokasi Dilebur Menjadi SMP Negeri

SMP Negeri 14 Palu. (Foto: Moh Fadel/ Metrosulawesi)

SMPN 14 dan SMPN 15 Terapkan Sistem Zonasi

Palu, Metrosulawesi.com - Dua SMP Negeri yang sejak dulu memiliki kelas vokasi yakni SMPN 14 Palu dan SMPN 15 Palu tahun ini ditiadakan. Olehnya, Pemerintah Kota Palu melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu menetapkan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2018/2019 pada dua SMPN tersebut menggunakan sistem zonasi.

Tahun sebelumnya dua sekolah tersebut dibebaskan dari sistem zonasi karena memiliki kelas vokasi (jurusan) seperti di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), diantaranya SMPN 14 Palu mempunyai jurusan Tata Boga.
 
“Namun tahun ini status sekolah jurusan itu tidak lagi digunakan karena sistem kelas Vokasi tidak berjalan lagi,” kata Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Ansyar Setiadi, Kamis, 7 Juni 2018.

Kata dia, setelah ditelusuri, kelas vokasi di dua sekolah tersebut telah lama tidak ada, maka SMPN 14 Palu dan SMPN 15 Palu kembali menjadi sekolah negeri biasa.

“Jadi tidak ada lagi kelas vokasi, maka kami tetapkan semua SMP Negeri di Palu menggunakan zonasi, termasuk SMPN 14 Palu dan SMPN 15 Palu,” jelasnya.

Ansyar mengaku guru jurusan yang mengajar di kelas vokasi di sekolah tersebut tidak ada lagi, guru yang dulu mengajar di kelas vokasi saat ini sudah dialihkan ke mata pelajaran prakarya (keterampilan).
 
“Istilah sekolah jurusan sudah tidak ada, artinya sudah dilebur menjadi sekolah negeri, inilah yang kami mau luruskan,” katanya.

Kata Ansyar, tidak adanya kelas vokasi di sekolah tersebut telah dilaporkan pihaknya kepada  Walikota Palu. Pihaknya juga telah melaporkan bahwa sekolah jurusan itu telah dileburkan menjadi sekolah negeri.

“Hanya saja masyarakat beranggapan bahwa dua sekolah itu adalah sekolah jurusan yang mempunyai kelas vokasi, ternyata kami telusuri sudah tidak ada kelas vokasi, sehingga kami lebur jadi sekolah negeri,” ungkapnya.

Ketika ditanya soal spanduk penerimaan siswa baru SMPN 14 Palu yang masih mencantumkan bebas zonasi, Ansyar mengaku telah menegur Kepala SMPN 14 Palu untuk segera menggantinya.

Memang kata Ansyar, awalnya sekolah tersebut diwacanakan bebas zonasi.

“Namun setelah dipikir-pikir tidak ada kelas vokasinya lagi, maka dari itulah sekolah itu berlakukan sistem zonasi, seperti SMPN pada umumnya,” jelasnya.

Sementara ditempat terpisah, Kepala SMPN 14 Palu, Harlina mengaku memang sebelumnya SMPN 14 Palu dan SMPN 15 Palu ditetapkan bebas zonasi, namun dalam hasil rapat di Disdikbud Palu kedua sekolah ini tidak bebas zonasi.

“Untuk zonasi, SMPN 14 Palu masuk pada wilayah pertama Kelurahan Besusu Tengah, kedua Kelurahan Talise, ketiga Kelurahan Talise Valangguni dan keempat kelurahan Tanamodindi,” jelasnya.


Editor: M Yusuf Bj