Sunday, 21 January, 2018 - 17:20

Solmed Minta Habsa-Thamrin Jadi Pemimpin Amanah

DISELINGI CANDA - Ustad Solmed dan komedian Fajar sukses membuat jamaah tak mampu membendung tawa pada tausyiah akbar di lapangan sepak bola Abadi Talise, Palu, Kamis (20/8/2015). (Foto : Jose Rizal)

 

Palu, Metrosulawesi.com - Bakal calon wali kota dan wakil wali kota Palu, Habsa Yanti Ponulele - Thamrin Samauna menggelar tausyiah akbar bersama penceramah kondang, Ustad Sholeh Mahmoed Nasution yang akrab disapa ustad Solmed, di lapangan sepak bola Abadi Talise, Kamis (20/8/2015).

Kehadiran Ustadz Solmed yang didampingi komedian Fajar, membuat suasana makin hangat dan penuh gelak tawa. Para undangan yang didominasi kaum ibu itu, merasa terhibur dengan ulah kocak pemeran sinetron Islam KTP tersebut.

Habsa Yanti Ponulele, dalam sambutannya mengatakan, kehadiran ustad Solmed untuk memberikan tausyiah kepada warga Kota Palu, agar tetap menjaga kedamaian khususnya menjelang Pemilihan Wali Kota Palu.

“Memasuki masa pemilihan wali kota nanti, saya bersama ustad Solmed berharap semoga pulang dari tempat ini, kita semua mendapat banyak pelajaran utama dalam hal menjaga hati. Semoga hati kita tetap terjaga sampai hari H nanti,” kata Habsa.

Ustad Solmed dalam tausyiahnya mengatakan, mencari pemimpin jangan yang hanya memikirkan kepentinganya. Pesan inilah yang ia titipkan kepada Habsa Yanti Ponulele dan Thamrin Samauna ketika menjadi pemimpin kelak.

“Kepada calon pemimpin kita, bunda Habsa dan ayahanda Thamrin Samauna, bila Allah takdirkan menjadi pemimpin Kota Palu kelak, mudah-mudahan mau berjuang, menjadi pemimpin yang amanah. Bukan hanya untuk diri sendiri dan keluarganya, tapi untuk semua masyarakat Kota Palu, sehingga Insya Allah hati kita sejuk dan bahagia, karena kita memiliki pemimpin yang mau memperjuangkan nasib kita,” ujarnya.

Ustad Solmed juga mengingatkan tentang kewajiban menuntut ilmu. Menurutnya,  bahwa ilmu itu sangat penting dalam kehidupan. Dia berharap agar menggunakan ilmu sebaik-baiknya demi kemaslahatan masyarakat, lingkungan, bangsa dan negara.

Dijelaskannya, setiap manusia harus menjadi pribadi yang bermanfaat. Jika ingin bahagia harus bisa membahagiakan orang lain. 

“Setiap manusia harus bermanfaat bagi orang lain,”katanya.

Ribuan jamaah yang memadati lapangan Abadi Talise, terlihat khusuk dan sesekali tertawa mendengarkan tausiah ustad Solmed yang sesekali diselipi canda.

 

Editor : Syamsu Rizal

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.