Friday, 18 August, 2017 - 09:14

SPP Siswa Disabilitas Rp504.000/Bulan

Irwan Lahace. (Foto : Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Tidak hanya sekolah umum tingkat atas saja yang dikenakan SPP. Para siswa penyandang disabilitas di Sekolah Luar Biasa (SLB) tingkat SMP dan SMA juga dikenakan bayaran yang besarannya mencapai Rp504 ribu per bulan.

Besaran pungutan yang mulai berlaku  sejak 1 Maret 2017 itu tertuang dalam Pergub nomor 10 2017 tentang pungutan dan sumbangan pembinaan pendidikan untuk SMA, SMK, dan SMALB.

Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Sulteng, Irwan Lahace mengatakan, pungutan tersebut sudah diatur dalam Pergub. Irwan menjelaskan munculnya Pergub itu atas perintah Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional. Penyelenggaran satuan pendidikan dibiayai oleh pemerintah, pemerintah daerah bersama masyarakat kemudian peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang komite sekolah

"Karena diketahui bahwa mengurusi anak-anak dengan kebutuhan khusus atau disabilitas berbeda dengan anak normal lainnya," katanya.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional kata Irwan, penyelenggaran satuan pendidikan dibiayai oleh pemerintah, pemerintah daerah bersama masyarakat kemudian peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang komite sekolah. Oleh karena itu, katanya, satuan pendidikan tidak ada larangan untuk meminta sumbangan bantuan pendidikan, karena belum semua sekolah merasaskan adanya kehadiran Negara.

"Untuk sekolah luar biasa, tidak ada orang yang mau kerja bakti untuk mengurusi anak-anak di dalamnya. Sehingga kita wajib untuk hadir dalam memberikan kepastian sumbangan pendidikan," jelas Irwan.

Hingga saat ini, kata dia, belum ada tanggapan negatif dari pihak sekolah, karena pihaknya telah melakukan sosialisasi pada kepala sekolah sebelumnya.

Irwan juga menegaskan bahwa sumbangan atau pungutan itu, khusus bagi mereka yang memiliki kemampuan membayar saja. Sementara yang tidak mampu atau miskin tidak boleh diambil pungutan, karena itu sudah merupakan kewajiban negara atas kehadirannya di dunia pendidikan.

Dalam lampiran Pergub itu, pungutan tingkat pendidikan SMP luar biasa paling tinggi di Kota Palu sebesar Rp448.695 dan paling rendah di Kabupaten Kabupaten Banggai Laut sebesar Rp377.145.

Untuk pungutan pendidikan SMA luar biasa, pungutan tertinggi di Kota Palu sebesar Rp504.940 dan paling rendah di Kabupaten Banggai Laut sebesar Rp424.455. (*)

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.