Tuesday, 21 August, 2018 - 06:26

STMIK Adhi Guna Maksimal Terima 350 Maba, Salah Satu Pendaftar Asal NTT

Mus Aidah. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.com - Saat ini, Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Adhi Guna Palu membuka pendaftaran mahasiswa baru (maba) gelombang kedua hingga Agustus 2018. Tahap pertama, sekitar 100 lebih pendaftar telah terekrut oleh kampus tersebut.
  
Demikian dikatakan Ketua STMIK Adhi Guna Palu Mus Aidah, kepada Metrosulawesi di ruang kerjanya, Jumat, 13 Juli 2018.

“Kami menarget mahasiswa baru tahun ini maksimal 350 orang. Dari jumlah tersebut, biasanya ada yang tidak lanjut atau tidak mendaftar ulang. Olehnya, sengaja kami lebihkan 50 orang, untuk mengantisipasi jika ada maba yang tidak lanjut pada saat mendaftar,” ujarnya.

Mus Aidah mengungkapkan jurusan yang paling diminati di STMIK Adhi Guna adalah Program Studi Teknik.

“Namun tergantung kebutuhan mahasiswa, yang jelas pada dasarnya sama. Jurusan Teknik dan Sistem Informatika itu sama-sama membuat program, hanya saja, Jurusan Teknik lebih dalam mempelajari tentang aplikasi,” jelasnya.

“Mahasiswa baru yang saya lihat cukup banyak mendaftar di gelombang pertama dari daerah Pasangkayu, Sigi, serta Kota Palu. Yang jelas, berbagai macam daerah sudah tercampur mendaftar di STMIK Adhi Guna Palu,” katanya.

Kata Mus Aidah, perkembangan pendaftar dari luar daerah cukup banyak, pihaknya optimis, kdepannya, STMIK Adhi Guna dapat berkembang dengan baik.

“Animo masyarakat cukup meningkat dibanding tahun sebelumnya, karena kami sejak awal sudah melakukan sosialisasi, serta memperlihatkan bahwa STMIK Adhi Guna adalah Perguruan Tinggi Swasta yang tahun ini sudah terakreditasi B,” ungkapnya.

Bahkan kata dia, ada maba berasal dari NTT mendaftar di STMIK Adhi Guna Palu. Hal ini menunjukkan informasi tentang STMIK Adhi Guna sudah diketahui secara luas oleh masyarakat, baik itu melalui online maupun lokal.

Mus Aidah juga mengimbau, masyarakat tak perlu ragu dengan pembiayaan untuk masuk di STMIK Adhi Guna Palu, karena pembiayaan di kampus tersebut relatif standar, dibanding Perguruan Tinggi Swasta lainnya.

“Kami di STMIK Adhi Guna memberikan pelayanan terbaik kepada mahasiswa baru, dengan memfasilitasi ruangan belajar dengan menggunakan AC, Infocus dan Kipas Angin serta Free Wifi, dan pembiayaannya masih Rp2.5 juta per enam bulan, artinya kami setarakan untuk keperluan mahasiswa, tidak terlalu tinggi dan juga rendah,” katanya.

“Selain itu, kami sudah empat tahun belum menaikan pembiayaan, sehingga masih menggunakan tarif pembayaran yang lama,” ungkapnya.

Sementara itu, Mus Aidah mengimbau kepada calon mahasiswa dan mahasiswa STMIK Adhi Guna jangan terpancing dengan isu-isu yang belum jelas kebenarannya.

“Kami berharap STMIK Adhi Guna tetap berjalan seperti biasa, sekalipun gelombang isu di luar cukup kencang. Kami berpikir, yang menyebarkan isu tidak benar itu adalah orang yang tidak bertanggungjawab, atau orang-orang tidak mampu bersaing,” ujarnya.

Mus Aidah berharap STMIK Adhi Guna Palu lebih maju dan berkembang. Pihaknya pun berkomitmen akan meraih akreditas B tahun ini, karena persiapan yang dilakukan pihaknya sangat matang.  


Editor: M Yusuf Bj