Sunday, 22 July, 2018 - 09:27

Stok Beras Sulteng 19.000 Ton

TINJAU STOK - Rombongan Komisi IV DPR RI saat meninjau stok beras di gudang Bulog Sulteng di Palu, Selasa, 20 Februari 2018. (Foto: Humas Pemprov)

Palu, Metrosulawesi.com - Kepala Divisi Regional (Divre) Bulog Sulteng Khozin mengungkapkan stok beras untuk Sulawesi Tengah masih aman. Saat ini digudang Bulog yang dipimpinnya masih tersedia stok beras 19.000 ton.

“Stok kita masih cukup hingga sembilan bulan kedepan atau sampai sekitar bulan Oktober,” ungkapnya kepada awak media disela menerima kunjungan kerja anggota Komisi IV DPR RI di Palu, Selasa, 20 Februari 2018.

Dia menjelaskan saat ini harga beras medium dipasaran berkisar Rp8500-Rp9000/kilogram. Sedangkan untuk beras kualitas premium berkisar Rp10000-Rp11000. Bulog kata dia tengah gencar melakukan operasi pasar agar tidak terjadi lonjakan harga beras.

“Kami sengaja mendistribusikan hingga ke tingkat pengecer, agar fluktuasi harga beras yang masyarakat dapatkan tidak terlalu jauh dengan harga Bulog,” jelasnya.
 
Ia menegaskan keseriusannya mengenai stabilitas harga pangan tersebut dengan terus memantau harga di lapangan bersama Satgas Pangan.

“Kemarin kita sama-sama dengan Satgas Pangan beras dan Perum Bulog hampir melakukan pemantauan. Kami dropping ke semua pengecer, agar bersentuhan. Saya jamin beras medium paling tinggi haraganya Rp9000. Masalah harga juga bukan kerja Bulog sendiri, ada Satgas Pangan,” tutur Khozin.

Khozin menuturkan apabila masyarakat mendapati harga beras bulog medium diatas ketentuan agar dilaporkan ke Satgas Pangan.

Direktur Keuangan Perum Bulog Pusat, Pardiman ditempat serupa menyampaikan kesuksesan surplus cadangan beras di Sulteng merupakan prestasi bersama, khususnya dukungan Gubernur Sulawesi Tengah.

“Perlu saya sampaikan target ini tercapai  karena dukungan pemerintah daerah dalam hal ini bapak gubernur melalui surat beliau kepada bupati dan walikota dimana diwajibkan bahwa 10 persen hasil panen dijadikan cadangan beras masuk ke Bulog. Dampaknya luar biasa, target secara nasional Sulawesi Tengah tercapai,” ujar Pardiman.        


Editor: Pataruddin