Monday, 18 December, 2017 - 17:06

Studi Kelayakan KEK Upaya Menarik Investor

Kick Of Meeting Pra Studi Kelayakan Pengembangan KEK pada Selasa, 9 Mei 2017. (Foto : Surahmanto Sukirman/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - PT. Bangun Palu Sulteng menyelenggarakan Kick Off Meeting Pra Studi Kelayakan Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu dan Pelabuhan Pantoloan di Mercure Hotel, Selasa, 9 Mei 2017.

Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) Khoirun Nur Rofik mengungkapkan Infrastruktur pelabuhan sangat penting untuk laju ekonomi sebuah daerah.

“Kalau ingin perekonomian suatu daerah maju, maka seharusnya kapasitas pelabuhan ditingkatakan, terutama infrastruktur sebuah pelabuhan, baik listrik maupun kelengkapan lainnya,” katanya.

“Pengembangan pelabuhan untuk meningkatkan laju perekonomian harus diimbangi dengan besaran barang yang diangkut.  Kalau kita ingin mengembangkan KEK dihubungkan dengan pelabuhan, maka harus dipastikan barang yang dibawa berkapasitas besar untuk meningkatkan perekonomian di Industri pelayaran dan juga perusahaan,” sambungnya.

Rofik menjelaskan Indonesia memang memiliki banyak pelabuhan, namun infrastrukturnya tidak mendukung.

“Banyak pelabuhan dibangun, tapi tidak dipikirkan pemasok barang untuk daerah tersebut. Tantangannya KEK harus memiliki pasokan barang untuk di dijual ke wilayah lain,” katanya.

“Tantangan yang harus dihadapi adalah koneksi pelabuhan dengan pusat industri serta koneksi antaramoda (jenis trasnportasi lainnya, misalnya kereta api) masih belum memadai. Koneksi ke kawasan industri masih menggunakam jalan raya, sehingga kalau macet, maka untuk mengantar barang kurang maksimal,” sambungnya.

Rofik mengungkapkan wilayah Sulteng memiliki potensi pada sektor primer.

“Sulteng memiliki potensi pertanian, kehutanan, kelautan dan didukung oleh pertambangan dan konstruksi. Sehingga bagaimana kita mengupayakan potensi ini untuk kita kembangakan dijadikan sebagai unggulan perekonomian Sulteng,” sambungnya.

Direktur Utama PT. Bangun Palu Sulteng BUMD Mulhanan Tombolotutu mengungkapkan acara ini akan dimanfaatkan untuk mengembangkan KEK di Sulteng.

“Kita akan mudah menawarkan investor untuk masuk di Sulteng jika master plan dan studi kelayakan sudah dibuat secara jelas, sehingga investor sudah mempertimbangkan untuk masuk berinvestasi di Sulteng,” katanya.

“Yang selalu menjadi pertanyaan investor jika ingin melakukan investasi di suatu daerah adalah, apakah ada keuntungan mereka berinvestasi atau mengalami kerugian? Sehingga studi kelayakan ini bisa menjadi salah satu upaya untuk menarik investor masuk ke Sulteng,” sambungnya.

Mulhanan menjelaskan pihak ketiga harus dilibatkan dalam mengembangkan KEK Palu.

“Tidak mugkin kita mengharapkan dana dari pemerintah terus menerus. Dana pemerintah kita khususkan untuk lebih kepada pemunuhan kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, harus ada satu lembaga untuk membangun jaringan dan kemitraan untuk membiayai refiew master plan KEK,” katanya.

“Sulteng memiliki produksi kakao dan kelapa terbesar pada skala nasional, sementara kita juga pemasok rotan terbesar secara nasional, itu saja tidak cukup, tetapi harus ada dukungan oleh negara untuk membangun KEK di Sulteng. Kami punya keyakinan kalau Pantoloan bisa menjadi pusat distribusi dan logistik nasional, maka akan menjadi daerah distribusi asia pasifik secara internasional,” sambungnya.


Editor : M Yusuf BJ

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.