Friday, 20 April, 2018 - 14:37

Sudah Tiga SK KPU “Ditendang” Panwas

Calon Bupati Perseorangan Sutrisno Sembiring menerima berita acara dokumen pendaftaran dari Ketua KPU Morowali Tanwir Lamaming beberapa waktu lalu. (Foto : Dok Metrosulawesi)

KPU: Panwas Morowali Utara Tabrak Prosedural

Palu, Metrosulawesi.com - Panitia Pengawas (Panwas) Morowali Utara mengabulkan permohonan pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Morowali Utara Sutrisno Sembiring–Khristina Parinsi dalam sidang putusan, Senin (8/9/2015).

Pasangan bakal calon jalur perseorangan ini sebelumnya dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) oleh KPU setempat karena syarat dukungan yang tidak mencukupi.

Dengan adanya putusan Panwas tersebut, KPU diperintahkan untuk menerima pendaftaran pasangan Sutrisno Sembiring–Khristina Parinsi untuk selanjutnya ditetapkan. SK KPU Morowali Utara tentang Penetapan Pasangan Calon harus dicabut.

Sikap Panwas yang menerima permohonan pasangan bakal calon yang sebelumnya dinyatakan TMS adalah kali ketiga terjadi. Sebelumnya, Panwas Kota Palu yang meloloskan pasangan Mulhanan Tombolotutu-Tahmidy Lasahido dan Panwas Poso meloloskan pasangan Darmin A Sigilipu-Samsuri.

Dengan demikian, sudah tiga Surat Keputusan KPU tentang Penetapan Calon Kepala Daerah mentah di tangan Panwas setempat. KPU pun tak berdaya karena sesuai aturan, keputusan Panwas final dan mengikat sehingga harus dilaksanakan oleh KPU.

Terkait lolosnya Sutrisno-Khristina, Ketua KPU Kabupaten Morowali Utara, Tanwir Lamaming menyesalkan keputusan Panwas yang meminta SK penetapan tidak memenuhi syarat (TMS) pasangan calon Sutrisno–Khristina dianulir.

“Menurut kami keputusan Panwaslih Morut terkesan sepihak. Proses persidangan sengketa tersebut dilakukan dengan singkat, kurang lebih delapan jam. Kami juga tidak diberi kesempatan melakukan jawaban atas permohonan perbaikan yang dilayangkan kubu pemohon (Sutrisno-Christina). Namun terlepas dari itu semua, berdasarkan aturan, kami akan melaksanakan keputusan tersebut,” kata Tanwir dikonfirmasi melalui ponselnya, Selasa (8/9/2015).

Tanwir mengatakan dalam pertimbangannya, Panwas Morut seakan tidak berdasarkan keterangan saksi. 

“Di pertimbangannya disebutkan, bahwa tindakan KPU Morut yang menolak tiga orang pemilih kubu pemohon adalah tidak berdasar. Padahal pada saat pemeriksaan tiga orang tersebut dalam persidangan, mereka mengakui tidak pernah dihubungi oleh LO (penghubung) pemohon. Hal ini seakan tidak dilihat untuk dasar pertimbangan KPU Morut dalam mengeluarkan putusannya,” katanya.

“Tugas LO adalah mengumpulkan, memberitahukan atau mendatangi warga yang akan dikumpul KTP-nya. Tapi ini kan tidak dilakukan LO pemohon. Tiga orang tersebut secara tegas mengungkapkannya dalam persidangan,” tambahnya.

Tanwir menuturkan selama proses tahapan verifikasi dokumen pasangan calon, KPU Morut secara intens melibatkan Panwas. 

“Tidak satupun kegiatan tahapan yang kami lakukan tidak diketahui Panwas. Rekomendasi Panwas untuk memverifikasi kembali dokumen syarat dukungan paslon Sutrisno-Khristina pun kami laksanakan. Jadi proses tahapan yang kami laksanakan sangat diketahui Panwas,” katanya.

“Jangan hanya karena hal substantif, hal-hal yang bersifat prosedural ditabrak. Memang hak warga negara untuk ikut dipilih dan memilih, namun ada aturan yang harus dijalankan. Jangan aturan ditinggalkan. Kalau seperti itu, tidak perlu ada verifikasi pasangan calon, kita tinggal terima saja,” katanya.

Dia mengatakan, terhadap keputusan Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih), pihaknya akan berkoordinasi dengan KPU Sulteng. 

“Hasil keputusan Panwaslih Morut yang mencabut SK penetapan paslon yang kami lakukan akan kami koordinasikan dengan KPU Provinsi Sulawesi Tengah,” katanya melalui Ponsel, Selasa (8/9/2015).

Tanwir mengatakan tindak lanjut dari keputusan tersebut juga akan didiskusikan dengan KPU Provinsi. 

“Kami juga akan diskusi dengan KPU Provinsi seperti apa mekanisme yang akan KPU Morut lakukan dalam melaksanakan keputusan Panwaslih. Banyak yang harus dipersiapkan, diantaranya penetapan nomor urut,” katanya.

 

Editor : Syamsu Rizal