Saturday, 23 June, 2018 - 01:23

Sukses Pilkades Serentak di Buol Jadi Contoh

Sebanyak 38 Kepala Desa hasil Pilkades serentak di Kabupaten Buol resmi dilantik oleh Bupati Buol Amirudin Rauf. (Foto : Agus Rioeh)

Sebanyak 38 Kepala Desa Dilantik Bersamaan

Buol, Metrosulawesi.com - Setelah menunggu satu bulan sejak Pilkades serentak di Kabupaten Buol yang digelar Rabu 2 September 2015 lalu. Akhirnya, Kamis (8/10/2015), sebanyak 38 Kepala Desa terpilih  dilantik dan diambil sumpahnya oleh Bupati Buol Amiruddin Rauf di aula kantor bupati. 

Pelantikan dihadiri oleh anggota DPRD Buol dan pimpinan SKPD. Pada pelantikan Kades kali ini, terdapat dua wanita terpilih, yaitu Kades Bokat IV, Kecamatan Bokat Helis Herawati dan Kades Hulubalang, Kecamatan Paleleh Barat, Dalipa Basir. 

Pelantikan kali ini juga dihadiri ratusan masyarakat yang merupakan pendukung para Kades terpilih dari masing-masing desa. Sehingga aula kantor bupati tempat diselenggarakanya pelantikan tidak dapat lagi menampung masyarakat yang hadir karena kapasitas gedung hanya dapat menampung 300 orang.

Pengangkatan Kades secara serentak periode 2015–2021 Kabupaten Buol, sesuai dengan keputusan Bupati Buol nomor: 1 s/d 38/BPM-Pemdes/2015. Berdasarkan surat permohonan pelantikan Kepala Desa terpilih oleh sepuluh orang camat di Kabupaten Buol.

Bupati Buol Amiruddin Rauf mengingatkan, bahwa maju mundurnya desa tergantung dari pola kepemimpinan yang diterapkan oleh Kades. Untuk itu, kepada para Kades terpilih, Ia meminta untuk tidak segan-segan berkoordinasi kepada siapapun yang dianggap perlu. Sehingga keputusan maupun langkah-langkah yang diambil tidak menyalahi peraturan dan perundang-undangan yang ada. Karena hampir 95 % Kades yang terpilih ini sebagai muka baru. 

Bupati Buol juga menambahkan, Pemda Buol mendapat kucuran dana desa dari pusat sebesar Rp.29.674.005.000,- yang dapat digunakan untuk pemberdayaan masyarakat, infrastuktur desa, sarana pendidikan dan sarana kesehatan. Untuk itu, Kades diharap bisa bekerja profesional mengelola dana desa.

Pihaknya juga mengapresiasi kepada semua pihak, khususnya kepada panitia pemilihan Kades yang telah menyelenggarakan tugas dan tanggung jawabnya. Sehingga penyelenggaraan pesta demokrasi di desa berjalan aman, tertib, dan lancar. 

“Inilah yang merupakan barometer bahwa masyarakat di Kabupaten Buol sangat menghargai nilai-nilai demokrasi, sebagai wujud dan tanggung jawab warga Negara Indonesia yang baik,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala BPM-Pemdes Kabupaten Buol Masrul Daihasyim mengakui, pada saat Pilkades serentak lalu terdapat 8 Kades terpilih yang masih bermasalah. Sehingga sempat terjadi penundaan pelantikan. 

“Namun, setelah panitia kabupaten mengadakan rapat koordinasi, agar dapat mencari solusi agar masalah ini dapat diselesaikan secara tuntas, maka disimpulkan bahwa delapan Kades yang terpilih dan masih bermasalah ini tetap dilantik dan diambil sumpahnya sama-sama dengan 30 Kades lainnya,” kata Masrul Daihasyim.

Ia menegaskan, jika  ada masyarakat dari 8 desa yang belum puas dan menerima keputusan tersebut, disilahkan mengajukan gugatan melalui jalur hukum, agar semuanya transparan karena masa jabatan Kades selama enam tahun terhitung sejak pelantikannya.

Anggota DPRD Buol Ismail Domut mengatakan, sangat mengapresiasi suksesnya pelaksanaan Pilkades kali ini. Karena untuk Provinsi Sulteng, baru Buol yang melaksanakan kegiatan Pilkades serentak maupun pelantikannya, sehingga tidak menyita waktu yang lama dan Kades terpilih segera bekerja.

“Karena banyak tugas-tugas mereka menunggu di desa, khususnya bagaimana pemanfaatan dan pengoperasian dana desa, bantuan desa, yang ratusan juta rupiah agar dapat dioptimalkan penggunaannya, sehingga apa yang menjadi tujuan dapat tercapai sesuai dengan perencanaan yang mereka buat bersama-sama dengan pendamping di desa,” katanya.

 

Editor : Subandi Arya